Menggunakan Autoptimize? Sering – sering cek berapa besar cachenya.

Ya, bagi anda yang menggunakan plugin Autoptimize untuk WordPress agar lebih memperhatikan berapa besar ukuran cache yang disimpan di web hostingnya – terutama kalau masih shared hosting yang disk spacenya terbatas. Ternyata setiap file CSS dan JavaScript yang diminify (kecilkan) dan dicombine (gabung) tidak pernah dihapus.

Ini saya ketahui karena mendapat laporan dari salah satu klien saya bahwa dia dikirim sebuah email yang berisi peringatan bahwa penggunaan kapasitas hosting mendekati batas, dan beberapa minggu kemudian akhirnya penuh sehingga WordPress tidak bisa menyimpan file – file baru lagi. Harus dibersihkan dulu.

Awalnya langsung saya investigasi melalui Disk Space Usage di cPanel, jadi dari kapasitas 500MB sudah terpakai 460MB. Saya cek satu per satu ternyata di folder public_html/wp-content/cache ada sekitar 360MB. Wah… plugin cache mana yang menggunakannya?

cpanel-disk-space-usage-autoptimize

Dan langsung saja terbuka ternyata direktori css dan js dari Autoptimizelah pelakunya. Hal ini sudah diakui pembuatnya.

Bagaimana solusinya? Sementara ini anda cuma bisa menghapus cachenya secara manual, saya membersihkan isinya melalui File Manager milik cPanel.
autoptimize-cache-directory

Atau kalau anda paham mengenai pembuatan kode program mungkin bisa memanfaatkan fitur cron yang akan menjalankan perintah secara terjadwal. Saya sih belum merasa perlu karena membutuhkan waktu hampir 5 bulan untuk mendekati batas disk spacenya, jadi secara manual pun tidak masalah.

Satu pemikiran pada “Menggunakan Autoptimize? Sering – sering cek berapa besar cachenya.”

Tulis komentar...