Cara klaim ganti rugi Pos Indonesia

Dari pertanyaan yang masuk mengenai bagaimana cara klaim ganti rugi ke Pos Indonesia kalau ada masalah dalam pengiriman paketnya. Ini bisa keterlambatan, kerusakan atau malah kehilangan. Tapi saya ingatkan dahulu kalau saat mengirimkan apa yang dituliskan mengenai isi paketnya berbeda dengan aslinya maka sangat besar kemungkinan klaim anda gagal. Misal anda menuliskan pakaian tapi ternyata ada handphone didalamnya maka pihak kantor pos tidak bertanggung jawab karena berbeda. Jadi mau protes atau komplain pun akan sulit.

Sebenarnya pengalaman saya cuma sekali saja dalam melakukan klaim ganti rugi ke Pos Indonesia, ini terjadi pada pengiriman dari Malang ke Surabaya jadi cukup dekat jaraknya. Untuk kasus saya setelah 2 minggu barangnya tidak ada kabarnya. Tidak masuk akal Malang ke Surabaya saja butuh 1 minggu lebih walaupun untuk jenis pengiriman termurah dan terlama. Tentu saja saya cek resinya terlebih dahulu sebelum menyimpulkan kalau ada resiko besar kalau sudah lenyap tanpa jejak.

pos-indonesia-logo

Saya anjurkan langsung ke kantor pos pusat di kota anda kalau ingin mengurus klaim ganti rugi, ini alasan pribadi karena saya berpikir kalau kantor pos pusat memiliki kewenangan untuk hal ini dan daripada saya repot bolak – balik kalau lewat kantor pos cabang.

Anehnya (atau bagusnya) saya cuma memerlukan bukti pengiriman aslinya dan datang ke kantor pos pusat, berbeda dengan JNE yang membutuhkan surat klaim ganti rugi. Tentu saja kartu identitas juga diminta, tapi saya yakin anda selalu membawa KTP atau SIM dalam dompet kan, fotokopinya yang diminta. Nanti akan dicek oleh customer servicenya apakah benar ada masalah. Tapi ternyata ada teman saya mengatakan perlu membuat surat klaim ganti rugi baru bisa diteruskan ke bagian yang bertanggung jawab. Jadi siap – siap saja.

Nah… berapa besar nilai ganti rugi yang akan diberikan oleh Pos Indonesia akan musibah yang dialami? Kalau anda mengirimkan tanpa asuransi maka nilai maksimalnya adalah nilai barang (HTNB = Harga Tanggungan Nilai Barang) atau 10 kali dari ongkos kirim, diambil yang paling kecil diantar keduanya. Asuransi fungsinya adalah meningkatkan jumlah ganti ruginya saja.

Misal nilai barang anda Rp. 120.000 dan ongkos kirimnya Rp.9.500, maka akan digantikan sebesar 95 ribu rupiah. Ini kalau klaim anda memenuhi syarat dan disetujui.

Harap anda ingat ada batas waktunya untuk pengajuan klaim ganti rugi:

  • 30 hari untuk pengiriman paket dalam negeri, surat kilat khusus, dan surat tercatat.
  • 4 bulan untuk pengiriman EMS (Express Mail Service).
  • 6 bulan untuk pengiriman keluar negeri menggunakan jenis surat dan paket biasa.

Jadi kalau anda sudah curiga ada masalah harap anda segera menanyakannya agar segera dikonfirmasikan status barang anda. Oh ya, yang bisa mengklaim ganti rugi adalah pihak pengirimnya. Kalau anda sebagai penerima harus memiliki surat hak kuasa dari pengirimnya.

Semoga bermanfaat. 🙂

23 pemikiran pada “Cara klaim ganti rugi Pos Indonesia”

  1. Mas candra kalau paket saya ke israel itu, bagaimana klaim ganti ruginya? Saya gak ingat apa pake asuransi. Saya yakin barang saya sudah hilang . Harga barang saya Rp.800.000,-. Ongkos kirimnya Rp. 1.080.000,-. Mohon arahannya untuk klaim mas.
    Terimakasih ?

    Balas
    • Eh… kalau EMS mestinya wajib asuransi mbak, dan ini bisa diklaim asal benar – benar hilang. Nunggu konfirmasi dulu dari EMS bagaimana statusnya. Sedangkan ongkir ga diganti mbak.

    • Semestinya sudah mbak, wajib malah ikut asuransinya kalau kiriman EMS. Yang jadi masalah ini klaimnya bakal lancar tidak.

  2. Mas mau tanya kalo JNE YES kan kalo telat 2/3 hari baru nyampe bisa diklaim ganti rugi, nah kalo POS express nyampe 2 hari setelah kirim bisa klaim ganti rugi gak ya? .Trims

    Balas
  3. Saya baru2 ini bermasalah ama.pengiriman pakett saya, tp katanya petugas pos biaya pergantian nya cm dibayar sesuai dgn besarnya biaya tertanggung dan biaya paket sebesar 1x pengiriman.. bener gak sech. Padahal jelas2 yg salah pihak pos..saya kirim makanan(pendek) pakek express next day.. tp sampe nya malah beberapa hari kemudian.. jelas ada 2 kesalahan di pos.. 1.terlambat 2. Barang diterima dalam kondisi rusak.. mohon penjelasannya pak chandra..

    Balas
    • Loh aneh sekali mas. Mestinya maksimal 10 kali ongkir kalau barangnya rusak semuanya atau 5 kali ongkir kalau sebagian.

      Ini klaimnya ke kantor pos besar?

      Saya sudah lama sekali ga berurusan dengan kantor pos soalnya mas, mungkin ada kebijakan yang berubah.

    • Iya…pengajuan kleam nya lgsg ke kantor pos pusat. Jujur saya gak puas dgn kompensasi yg bakal saya terima. Makanya sampe hr ini biaya pergantian nya blm saya ambil ke kntr pos..karena dak sesuai mas. Mengingat tanggung jawabnya, kl pergantian cm 1x.. bisa makin gak bener kinerja pos nya.kl sy nuntut 10x atau 5x lipat gmn cr nya mas..?

  4. pengiriman via kantor pos yang di kirimi paket bisa minta ganti rugi nggak. coz ak beli barang via online. dah lebih dari 2 minggu barang nggak samp juga. ini udah kompalin dibweb. di tlfon sampe nyamperin kantor pos tp barang belum jg sampe. itu kan juga kerugian penerima

    Balas
    • Setahu saya, untuk dokumen penting, ganti ruginya senilai pengurusan suratnya saja. Jadi kalau misal 1.6juta itu termasuk notaris ya… ga bisa penuh.

  5. Pagi mas Chandra, bagaimana dengan nasib pembeli untuk mendapatkan ganti rugi, misal beli di AliExpress, kita sudah bayar(termasuk ongkir), barang dikirim dari Tiongkok, dilacak memang ada jejak barangnya, sampai di Indonesia, masih bisa dilacak, 2 bulan nggak sampai ke rumah , kita datang ke kantor pos, misal memang dinyatakan hilang, bagaimana nasib pembeli? apa dia mendapat ganti rugi? Dia kan sudah bayar, kalau pengirim yang hanya mendapatkan ganti rugi, berarti penjual bisa mendapatkan untung dua kali? Bagaimana dengan pembeli?

    Balas
    • Akhirnya ga bisa dilacak mas nasibnya?

      Di AliExpress ada buyer protection, klaim saja mas. Itu fungsinya kalau barangnya gagal sampai ya direfund dananya.

  6. Bang saya kan ngirim paket via pos.. Alamat serta no Hp sudah tercantum dan resi sudah saya terima tetapi sudah 4 hari paket gak sampek smapait saat ini.. Sedangkan di cek di resi sudah sampek namun dikembalikan ke Medan.. Saya paket dari Medan ke Kisaran tepatnya di simpang empat Asahan kisaran.. Dan saya blm dapet jugak telpon dari pihak pos dan paket blm sampai… Gimana saya klaim barang nya bg.?

    Balas
  7. ini sekedar info aja bg temen2 ya dulu temen sy pernah kerja sbg pengantar pos. ada kejadian nih ada seorang coustemer kirim paket isinya itu makanan dikemasnya itu dimasukin ke kardus hp. waktu itu kiriman banyak saat mengantar dia jatuh dari motor, lalu dia digantin pengantar baru saat itu barang hanya 1 yg hilang yaitu kiriman yg itu, lalu laporlah dia ke yg nerima barang bahwa barang hilang merasa ada kesempatan si penerima mengaku bahwa barang itu isinya handhphone baru, dia minta ama sipengantar untuk menggantinya sambil mengancam untuk dilaporkan ke polisi. nah sipengantar lgs tuh krn merasa tdk tau sama sekali dia lgs telpon ke si pengirim, untungnya si pengirim bilang mau njelasin bahwa barang ya dikirim waktu itu cuma makanan ringan. jd intinya aturan yg ada diperketat lagi untuk mencegah kejadian spt itu, kejadian spt ini tdk 1 atau 2 kali ini sudah barkali2.
    barang kok telat 4 hari seharusnya sudah sampai kok blm sampai. ini sebagai pengetahuan sedikit proses pengiriman barang telat bisa di kategorikan
    1. antrian barang untuk pemberangkatan
    2. cuaca
    3. alamat tidak lengkap
    4. rumah kosong atau nama tidak dikenal
    5. nomor tidak bisa dihubungi
    6. barang yg dikirim ditahan oleh bea cukai
    saat pengiriman barang si pengirim harus memastikan apakah barang yg akan dikirim itu terjamin kemasannya aman atau tidaknya , jika petugas merasa barang costemer tdk aman kemasanyya dia akan menawarkan jasa packing dan menjelaskannya ke pengirim. jika si pengirim masih tetap ngotot ingintetap dikirim maka petugas akan mengosongkan bea asuransinya dan menyuruh pengirim untuk tanda tangan resiko ditanggung sendiri. ini hanya untuk sekedar info aja

    Balas

Tulis komentar...