Cara mengatasi “500 Internal Server Error”

Sebagai pemilik website terjadinya masalah saat dikunjungi bisa menjadi musibah, apalagi kalau situs anda bukan blog biasa tapi adalah toko online. Wah… bisa hilang penghasilan anda kalau calon pembeli tidak bisa mengakses website anda. Bukan berarti situs biasa kalah penting, tapi kalau sudah mengalami “500 Internal Server Error” mau tidak mau kita harus mencari penyebab dan solusinya.

http-500-internal-server-error

500 Internal Server Error adalah kode HTTP untuk pesan kesalahan umum yang disebabkan server tempat hosting website anda. Ada beberapa penyebab terjadinya error ini seperti kesalahan pada file htaccess anda, waktu proses server terlalu lama (timeout), atau kesalahan ijin akses. Masalah yang paling umum adalah terjadinya timeout akibat proses terlalu lama atau penggunaan resource hosting berlebihan.

Validasi konfigurasi htaccess

Cek kembali isi file htaccess website anda, apalagi kalau anda telah mengubahnya karena mengatifkan friendly url atau permalink. Salah 1 karakter saja otomatis server akan mengeluarkan pesan internal server error.

htaccess-file

Ijin akses di server

Pastikan hak akses di hosting anda sudah sesuai, umumnya 755 atau 644 tergantung jenis filenya sudah cukup. Coba semua permissions dibuah ke 777 dan satu per satu diubah ke 755.

Mengurangi beban server hosting

Kalau anda menggunakan CMS seperti WordPress maka pasang plugin untuk cache seperti QuickCache dan W3 Total Cache. Dengan melakukan caching pada halaman situs anda maka server tidak harus membuat halaman baru untuk setiap pengunjung, ini sudah mengurangi beban cukup banyak. Menggunakan CDN juga bisa membantu untuk menyebarkan beban kerja hosting anda.

cpanel-stats-resource-usage

Lainnya

Solusi diatas adalah yang paling umum digunakan dalam mengatasi 500 Internal Server Error, tapi kalau masalah anda disebabkan proses server yang terlalu lama maka alternatifnya adalah upgrade hosting anda ke yang lebih baik. Ini bisa berarti pindah hosting atau mencoba menggunakan VPS. Semoga berhasil.

16 pemikiran pada “Cara mengatasi “500 Internal Server Error””

    • Halo Gunawan, menggunakan CMS mas situsnya? Coba dikosongi saja isi file htaccessnya supaya kembali ke defaultnya.

      Ada kemungkinan besar error pada mesin CMS, plugin atau themenya.

    • Halo Basyrowi, bukan salah anda mas. Itu server hosting tempat websitenya yang bermasalah atau malah situsnya sendiri. Anda sangat membutuhkan informasi di halamannya? Coba pakai Wayback Machine mas: https://archive.org/web/ Masukkan alamat internetnya secara lengkap.

    • Halo, ya bukan salah anda mas. Itu server yang dihubungi aplikasinya yang bermasalah. Cuma bisa menunggu diperbaiki kalau dari sisi pengguna.

  1. Saya mengalami kesalahan internal server 500
    saat saya check error log di cpanelnya, ada tulisan "Call to undefined method Language::MultiLanguageActivated() in /home/duniacak/public_html/classes/Dispatcher.php on line 224"
    lalu saya coba buka file Dispatcher.php nya
    Scriptnya seperti ini (error dibagian yang saya beri tanda kutip)
    " if (Language::isMultiLanguageActivated())"
    {
    $this->multilang_activated = true;
    }
    $this->loadRoutes();

    Hal ini menyebabkan, pada web hosting saya tidak dapat merubah bahasa, mata uang, dll
    Mohon pencerahannya

    • Halo Ricky, ini pakai PrestaShop versi berapa mas? Nama tema PrestaShop yang digunakan? Dan di web hostingnya pakai PHP versi berapa?

  2. mas chandra..kalo aku lagi ujian onlen..trs 500 internal server error gitu..trs gmn ya 🙁
    salah disana nya ya mas..ga ada hubungannya sama acces internet aku kan mas

  3. Ini mah gampang uyy caranya :v kalo ada notif “500 internal server error” tinggal ganti alamatnya aja, contohnya “http://utekno.com” di ganti jadi “https://utekno.com. kebanyakan yg kayak gitu (web yg error) paling web/situs p*rn*, ya kan? Pastinya kalian smua yg pecinta vokev/vokevers sering mengalami kejadian kayak gitu? Wkwk udah ketebak ( sama kayak saya) 😀 kalau error, coba pakai cara ini, dijamin berhasil, soal banyak situs p*rn* yg ganti dari “http” menjadi “https”.
    Sekian terima gaji 😀

    • Ahaha… itu dari sisi user mas berarti solusinya. 😀 Kalau dari sisi yang punya website ya seperti dituliskan diatas.

      Tapi tips anda pasti anda yang perlu. 😛

Tulis komentar...