Cara mengubah Nameserver domain

Setelah membeli sebuah nama domain langkah selanjutnya adalah mengarahkan nameservers dari domain tersebut ke web hosting anda, kalau anda membeli keduanya dari tempat yang sama biasanya tahap ini tidak diperlukan karena otomatis prosesnya. Kecuali anda membeli domain dan hosting di tempat yang berbeda, ini bagi yang pemula atau awam masalah website biasanya akan mengalami kesulitan.

Karena umumnya di Indonesia para penyedia jasa web hosting menggunakan WHMCompleteSolution untuk manajemen klien dan domain (cek saja pada bagian footer situs mereka), maka saya menggunakannya sebagai dasar tutorial mengubah nameservers ini.

powered-by-whmcompletesolution

Buka dulu Client Area dari tempat anda membeli nama domain dan login ke akun anda.
mangkuk-merah-whmcs-client-area-login

Pada bagian Account Overview cari Number of Domains dan klik View.
whmcs-account-overview

Daftar domain anda yang telah anda beli akan muncul, klik Manage Domains dan kemudian Manage NameServers.
whmcs-manage-domain

Jika anda berniat melakukan reset nameservers supaya domain tersebut menggunakan nameservers default maka pilih Use default nameservers, ini bagi anda yang membeli web hosting dan nama domain pada provider yang sama. Kalau anda ingin mengarahkan nameservers ke hosting lain maka pilih Use custom nameservers dan isikan tepat dibawahnya informasi nameserver tujuan. Biasanya sistem penamaannya adalah ns1.penyedia-hosting.com dan ns2.penyedia-hosting.com, kemudian klik Change Nameservers kalau sudah yakin.
whmcs-manage-nameservers

Perubahan nameserver ini bisa berlangsung secara instan atau beberapa jam, semuanya tergantung proses propagasi DNS. Silahkan dicek saja atau menunggu update DNS record yang baru.

Kalau anda menemui kesulitan dalam mengganti nameserver domain yang baru maka sebaiknya minta bantuan support web hosting baik melalui Live Chat atau Ticket, pakai yang paling mudah bagi anda. Semoga berhasil tanpa hambatan.

2 pemikiran pada “Cara mengubah Nameserver domain”

    • Halo Achmad, dulu saat pertama kali belajar mengenai blog sempat menggunakan domain gratis Freenom tapi sekarang sudah tidak lagi. Resiko kalau trafficnya sudah banyak akan dibajak dan kita nanti dipaksa menebusnya. Jadi kalau cuma dibuat pengisi waktu atau blog tidak serius silahkan digunakan, tapi kalau mau difungsikan secara profesional sebaiknya dari awal memakai domain berbayar.

Tulis komentar...