Cara tahu jenis RAM tanpa bongkar

Menyambung pertanyaan sederhana tapi solusinya ingin tanpa repot. Bagaimana cara tahunya komputer/laptop itu pakai jenis memori apa tanpa perlu membongkar. Misal DDR3 atau DDR3L.

Bisa jadi kita mau pretelin casing pc pun terhalang ga ada obengnya, padahal buru-buru mau checkout di Tokopedia mumpung ada cashback besar. 😀

Otomatis cari solusi cepat dan mudah untuk tahu jenis RAM yang kompatibel dengan PC/Notebook kan? Ini bisa dilakukan dengan cukup mudah kok, cuma ada informasi dasar yang harus dimiliki dan sisanya cuma satu pencarian google untuk cara panjangnya tapi lebih akurat.

Tahu tipe dari motherboard atau laptop

Kalau di PC kita butuh informasi apa tipe motherboardnya misal ASROCK B550M/ac, atau laptop HP 1000. Ini bisa dilihat dari dusnya, label dibalik laptop atau mobo. Bagaimana kalau tidak ketemu atau stikernya sudah hilang?

Ya solusi alternatifnya cek System Information. Tinggal klik Start Menu, ketik saja msinfo32 akan muncul aplikasinya. Untuk laptop perhatikan baris System Model akan muncul tipenya, dan untuk PC cek BaseBoard Product.

Tanya mbah Google

Dari sini kita google saja apa tipenya dan tambahkan kata RAM. Nanti akan muncul beberapa hasil pertanyaan anda. Salah satu sumber yang bagus itu dari Crucial.com, akan langsung diberikan jenis memori yang cocok.

Tentunya ga usah beli disini, kita cuma perlu apa tipe memorinya. Saya contohkan laptop HP 1000, dianjurkan DDR3L.

Kalau masih ragu, bisa tanya sellernya sih nanti dibantu cek spek. Tapi ya perlu tahu apa tipe mobo dan laptopnya dulu.

Pakai aplikasi CPUZ

Ini solusi terakhir kalau memang ga ada label, muncul informasi generik di msinfo, atau ga ada koneksi internet. Kita pakai aplikasi CPU-Z, install/jalankan dan kemudian pindahkan ke bagian SPD.

Dari memori yang terpasang, cek bagian paling bawah bertuliskan “Voltage”. Apabila ini DDR3 maka 1.5 volt, dan DDR3L isinya 1.35 volt.

Catatan saja, untuk beberapa tipe prosesor Intel lama bisa dicampur DDR3 dan DDR3L. Kalau bingung, beli saja DDR3L karena bisa dipakai dengan voltase lebih tinggi bersamaan dengan DDR3.

Sekian dan semoga bermanfaat. 🙂

Tulis komentar...