Waspada modus penipuan yang mengatas-namakan ekspedisi

Anda mendapatkan gadget dengan harga sangat miring di internet? Sudah deal dengan online shopnya dan malah sudah transfer total harganya berikut ongkos kirim? Sewajarnya keterlibatan anda sudah berakhir sampai disini, tinggal menunggu barangnya diantarkan kurir ekspedisi. Prosedur seperti ini adalah hal yang standar dalam belanja online.

Tapi kalau ada yang nyeleneh seperti yang saya tahu bisa terjadi seperti ini:

  1. Pembeli tertarik melihat harga barang yang sangat murah dibandingkan normalnya, bahkan bisa dibawah 50%.
  2. Akhirnya ngobrol dengan si seller dan sepakat harga finalnya.
  3. Pembeli transfer ke rekening penjual.
  4. Selanjutnya barang akan dikemas dan dikirimkan menggunakan ekspedisi yang telah ditentukan. Sampai disini prosesnya masih tidak berbeda dengan transaksi kebanyakan.
  5. Penjual memberitahu kalau barang sudah dikirimkan tapi nomor resi belum tentu diberikan.
  6. Tidak lama anda akan dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan ekspedisi (biasanya JNE, TIKI, dan sebagainya) bilang ada masalah dengan paketannya. Yang sering saya dengar karena alasan barang abu – abu (BM/Black Market) maka perlu penebusan dan ini anda harus bayar lagi langsung ke si “petugas”. Dan biasanya ditambahkan asuransi sekian ratus ribu yang akan langsung dikembalikan beberapa menit setelahnya.
  7. Kalau anda benar mengirimkan uangnya maka seller dan yang ngaku petugas akan lenyap no response. Bahkan nomor resi yang diberikan belum tentu valid. Dari sini biasanya baru sadar kalau sudah tertipu.

Kenapa bisa? Karena JNE (ekspedisi yang sering digunakan dalam modus ini) tidak pernah meminta uang apapun dari si penerima, semua dilunasi di depan oleh si pengirim. Dan JNE sendiri tugasnya hanya mengantarkan barang, bukan menagih uang. Tentu saja kecuali bayar di tempat (COD) dimana kita membayar tagihannya saat ketemu langsung dengan si kurir, tapi ini hal berbeda.

Sama dengan asuransi, tarifnya sudah jelas tertera sebesar 0.2% dari nilai barang dan ditambahkan biaya administrasi. Bisa baca dari berbagai sumber:

Kalau anda perlu bukti mungkin share pengalaman berikut akan membantu anda:

Mas saya mau tanya. Kemaren kan saya beli hp dari olshop bandung.nah itu barang sudah di paketin katanya si olshop tersebut. Terus ada orang nelpon saya dari petugas jne katanya mas. Terus saya di mintain uang 700 katane buat surat peresmian.terus di mintain lagi uang 200 buat asuransi katanya mas terus katane uang yg 200 bakal di balikin lagi dalm waktu 7 mnit. Nah setelah saya kirim uang nya itu posisi jam 3:30 katane mau tutup terus dari pihak jne nya katane mau ngasih nomer rsinya setelah saya kirim uang 200 tersebut.tpi bilange kantor mau tutup dia masih bals sms dari saya. Terus hari sabtunya di sms g ada bales. Sampai sekarang. nah yg saya pertanyakan apakah jne nya pada hari sabtu minggu dan senin ini kan tanggal merah. Apakah jne libur mas. Pada hari itu dan tanggal merah mas .

Apa benar bang, sy sebagai penerima harus bayar biaya asuransi sekitar 700 ribu agar nomor resi bia diproses, soalnya sy dapat telpon dari petugas jne pangkal pinang klu barang berupa iphone harus diarusansikan klu mau barangnnya aman. Dan katanya uang asuransi itu akan dikembalikan setelah barangnya diterima dan hanya akan dipotong biaya administrasi.

mas, mau tanya ..sy hari rabu 12 0ktober 2016 beli handphone seharga 1000.000 rupiah, pake paket jne express..lalu hari ini kamis di telpon kurir jne .. biaya asuransinya Rp 1.500.000 kok mahal banget…di suruh transfer ..gi mana ni. m ksh jawabannya

saya kmaren dapat bonus hp j1 krna mempromosikan pin olsop tsb dgan pembayaran100rb trus katanyaa brg sudah siap kirim tp pihak jne minta 200rb sbagai jaminan asuransi brg itu bnar ato ndak?

Mas kemarin saya belanja online dri batam,itu barang nya berupa 2 unit laptop dan 1 unit printer,apa benar kalau tidak membayar asuransi,maka tidak mendapatkan no resinya?tolong informasikan secepatnya,

Sumber: 1, 2, 3, 4 , 5 hanya dari sini saja.

Jadi kalau anda menemukan barang dengan harga tidak masuk akal dari toko online yang tidak jelas maka patut waspada. Kecuali yang menawarkan adalah dari situs eCommerce besar seperti Blibli, Lazada, MatahariMall dan sebagainya, ini saja masih patut dipertimbangkan karena biasanya masih ada syarat – syarat tambahan untuk membeli barangnya.

Saya juga memperhatikan ini banyak yang informasi olshopnya hanya ada di Facebook atau media sosial lain. Saya sarankan untuk memastikan belanja yang aman dari seller individu agar transaksi menggunakan Tokopedia atau BukaLapak karena ada sistem escrow/rekber yang akan menjamin uang anda aman sampai barangnya diterima.

Comments (5)

  1. usaha ekpedisi Desember 13, 2016
  2. muthzie Oktober 16, 2017
    • Chandra November 9, 2017
    • endah November 10, 2017
  3. muthzie Oktober 16, 2017

Leave a Reply