Perbedaan baterai Li-ion dengan Li-poly

Sejak menggunakan ASUS Zenfone 5 saya baru pertama kali merasakan baterai yang tidak bisa digantikan (non-removable) dan berjenis Lithium polymer (Li-poly) biasanya yang ditanamkan adalah Lithium ion (Li-ion). Saya jadi penasaran apa perbedaannya dari masing – masing tipe baterai dan kenapa dipilih oleh pabrikannya.

Disini saya tidak membahas secara teknis bagaimana cara pembuatan dari masing – masing jenis baterai handphone melainkan langsung fokus pada kelebihan dan kekurangannya. Untuk saya pribadi karena penasaran nasib baterai handphone saya karena tidak bisa dilepas dengan mudah maka ingin tahu bagaimana awet tidaknya, bisa frustasi kalau usianya singkat.

Jpeg

Baterai Lithium Ion:

  • Lebih murah diproduksi dan ditemukan di pasaran.
  • Besar kapasitas energi yang tersimpan lebih besar.
  • Bentuknya tidak bisa atau sulit dirubah.
  • Cukup berat.
  • Kecepatan charging yang rendah.
  • Tingkat keausan baterai lebih cepat, kurang lebih kapasitas baterai Li-Ion akan berkurang 1% setiap bulannya walaupun tidak dipakai.
  • Usianya lebih singkat, kadang setelah 1 atau 2 tahun perlu diganti yang baru.
  • Walaupun tidak gunakan daya yang tersimpan akan habis sendiri dalam beberapa waktu.

Baterai Lithion Polymer:

  • Beratnya lebih ringan.
  • Bisa dibuat kedalam bentuk tidak standar.
  • Harganya lebih mahal.
  • Tidak cepat aus, bahkan setelah 2 tahun kapasitas penyimpanan baterainya bisadikatakan sebanding saat baru dipakai.
  • Jika tidak terpakai maka isi baterai lebih awet.
  • Kecepatan proses charging lebih baik.

Poin – poin diatas adalah secara umum, untuk kasus spesifik bisa jadi tidak berlaku. Dan saya catat disini dengan menggunakan Wikipedia sebagai sumbernya, anda bisa mengecek sendiri di halaman Lithium-ion battery dan Lithium polymer battery.

Semoga bermanfaat. 🙂

Tulis komentar...