Cara dirty flash Android

Last Updated on April 6, 2021

Memberikan nyawa baru ke handphone lama itu salah satu keunggulan Android menurut saya, asalkan bisa diganti custom ROM. HP lama saya Redmi Note 3 Pro sekarang pakai Android 10 dan Samsung Galaxy Tab S2 saya ganti dari official ke LineageOS supaya tetap kebagian security updatenya karena jelas sudah tidak ada dukungan dari vendor.

Dulu yang bikin saya ragu mau pakau custom ROM itu perkara update, karena developernya kebanyakan adalah komunitas jadi takutnya kenapa-kenapa waktu flash ulang ROMnya. Karena jelas banyak yang tidak bisa OTA atau download langsung update dari gadgetnya, tapi ada beberapa yang bisa.

Kasusnya sekarang saya ingin update ROM LineageOS ke rilis terbaru dan disana metodenya dikatakan pakai dirty flash. Apa pula ini. Asli saya sendiri googling kok tidak ada konsensus harus ngapain.

Apa itu Dirty Flash? Ini adalah metode flash custom ROM dengan menimpa yang sudah ada tanpa menghilangkan data-datanya. Jadi ga perlu install ulang aplikasi, login akun Google atau ada foto-foto yang hilang misalnya. Jadi hasilnya ya sistem update manual.

Bagaimana cara dirty flash Android?

  1. Ini cara saya ya, masuk ke recovery Android. Saya pakai TWRP.
  2. Kemudian pilih opsi Wipe.
  3. Beri centang ke Dalvik/ART Cache dan Cache saja. Dan jalankan proses pembersihannya.
  4. Kemudian kembali ke menu utama dan tap pada Install.
  5. File Manager TWRP akan terbuka, ketuk pada file image ROMnya. Lokasinya bisa di internal storage atau SD card. Ekstensi umumnya .zip.
  6. Tap pada Install Image dan tunggu saja proses flashingnya sampai selesai.
  7. Kalau sudah akan ada opsi Wipe cache/Dalvik, ini opsional. Mungkin saja anda lupa langkahnya di awal tadi, di akhir bisa nyusul. Kalau saya pribadi terbiasa di awal.
  8. Dan pilih Reboot System.
  9. Maka update terbaru custom ROM anda sudah sukses terpasang.

Kalau sudah pernah install custom ROM langkah-langkah ini mudah sebenarnya, tapi saya kepentok di definisi dirty flashnya. Banyak informasi berbeda apa yang harusnya aman dihapus atau yang mana dibiarkan. Takutnya salah malah nanti bootloop atau ngebrick. Untungnya sekali berhasil jadinya yakin ini solusi tepat buat kedepannya.

Sekian dan semoga bermanfaat. 🙂

Tinggalkan komentar