Memahami alur pelacakan resi kantor pos

Sekarang Pos Indonesia mulai banyak digunakan untuk urusan kirim barang. Apabila dilihat secara tarif aslinya selisih sedikit lebih murah dibandingkan jasa ekspedisi swasta, tapi keunggulannya adalah jangkau wilayahnya yang jelas paling luas seIndonesia, dimana – mana ada kantor pos. Urusan cek resi juga mudah karena tinggal buka situs resminya saja. Tapi ada hal yang sedikit berbeda dalam penggunaan dan penempatan status kirimannya yang bisa membuat orang salah paham.

Catatan, yang saya bicarakan disini adalah dari pengalaman dan pengamatan bagaimana proses cek resi Pos Indonesia dan format hasilnya sampai saat saya menuliskan ini. Bisa jadi dan semoga kedepannya dibuat lebih lengkap lagi dalam update berikutnya dan membuat semuanya tidak valid.

Saya contohkan hasil pelacakan resi diatas. Sudah diterima dan tampaknya normal saja kan? Coba perhatikan tanggal manifest serah (sudah diterima kantor pos asal) dan manifest terima (sudah dikonfirmasi terima pada lokasi kantor pos tercantum), selisihnya 8 hari kan?

Jadi bagi yang paketnya belum tiba atau dicek resi kok tidak berubah – ubah kodenya, masih di posting loket atau manifest serah sudah lama sekali biasanya akan bingung kok belum diproses. Nah… disinilah yang sering jadi salah paham, kantor pos tidak ada status untuk keberangkatan kiriman, jadi kalau tidak ada kabar baru itu bukan berarti pengirimannya berhenti. Aslinya tetap diproses dan dalam perjalanan tapi tidak ada update status lagi selama belum pindah lokasi untuk transit atau sudah sampai di wilayah tujuan.

Intinya ini adalah normal dan harap bersabar. Tapi anda bisa proaktif menanyakan langsung ke Pos Indonesia lewat jalur berikut:

Bagaimana dengan anda? Apakah ada pengalaman atau masalah dengan kiriman Pos Indonesia?

Comments (4)

  1. Dino Januari 10, 2017
    • Chandra Januari 10, 2017
      • Dino Januari 10, 2017
        • Chandra Januari 11, 2017

Leave a Reply