WordSafety: Jangan sampai salah pilih nama!

Mencari nama untuk merek, username, usaha atau startup adalah hal yang susah – susah gampang. Kadang tinggal menambahkan kata yang ada dengan akhiran atau awalan tertentu sudah jadi (Tokopedia, BukaLapak). Bisa juga mengombinasikan kata yang umum dengan bahasa lain (Go-jek, AirBnb). Alternatifnya kata – kata yang sudah baku dipotong (Blibli, Blanja). Atau benar – benar membuat kata baru yang tidak ada artinya sehingga menjadi brand yang unik (Lazada, Qoo10).

Tapi esensinya sama, kita mencari nama yang mudah diingat dan kalau ada artinya akan mereferensikan hal yang positif atau setidaknya netral. Jangan sampai menjadi kasus ternyata kata yang anda gunakan di negara atau bahasa asing maksudnya menjadi negatif. Ini bisa menjadi masalah kalau nama yang kita pilih menyasar ke pasaran dunia.

Nah… kita bisa memanfaatkan layanan dari WordSafety yang akan mengecek apakah kata yang ingin anda gunakan termasuk berbahaya atau memiliki arti lain yang tidak diinginkan dalam bahasa asing. Saat ini masih mendukung 19 bahasa.

wordsafety-kita

Nanti akan dicari apakah ada kata yang persis sama atau mirip, dan bagaimana tingkat resikonya. Saat itu juga anda akan langsung tahu bahwa kata tersebut aman atau tidak. Mudah dan tidak bertele – tele penggunaannya. Disini saya mengecek kata “kita” yang biasa digunakan di akhir nama domain di Indonesia dan ternyata di bahasa Bengali artinya adalah serangga dan jumlah orang yang berkomunikasi sebanyak 205 juta, kalau startup anda fokusnya ini ya tidak salah sih. 🙂

Jadi memang rekomendasi saya rutin – rutinlah memastikan tidak ada maksud lain tersembunyi dari kata atau nama yang ingin dipakai memanfaatkan WordSafety. Daripada menyesal dikemudian hari.

Tulis komentar...