Advan Vandroid E1C Pro: Cukup buat browsing, nonton dan ngegame

Sejak saya berganti ISP dari Speedy ke MyRepublic kegiatan internet saya agak berubah, lebih sering menonton video YouTube di handphone. Tapi ASUS Zenfone 5 saya layarnya kurang besar untuk melihat dengan detail apa yang terjadi di layar, waktu itu sedang mengikuti kompetisi Dota2 The International 5. Hehe. 😀 Alhasil saya ingin membeli sebuah tablet yang murah saja, cuma buat browsing, game ringan dan menonton video soalnya.

Karena saya orangnya hemat maka langsung mencari tablet low-end di kisaran harga dibawah 1 juta rupiah, dan ada beberapa nama asing yang saya temukan seperti Aldo, Cyrus atau Epad. Tapi akhirnya saya memilih Advan Vandroid E1C Pro untuk tablet di kisaran harga 600-700ribuan di MatahariMall, spesifikasinya yang terbaik dibandingkan lainnya.

Bingung mau saya bandingkan dengan apa ukurannya. Akhirnya saya tumpuk diatas dusnya dan netbook 10 inci saya, disandingkan dengan Action Cam Kogan.
Bingung mau saya bandingkan dengan apa ukurannya. Kalau difoto sendirian tidak tampak bedanya dengan handphone biasa. Akhirnya saya tumpuk diatas dusnya dan netbook 10 inci saya, disandingkan dengan Action Cam Kogan.

Sebenarnya saya bingung dengan tablet dari Lenovo atau SpeedUp sih soalnya lebih besar di RAM. Harganya selisih 100-300 ribu tapi, dan yang Lenovo WiFi only (lupa serinya).

Spesifikasi lengkapnya bisa dicari dengan mudah, tapi sekilas layarnya adalah 7″, Android KitKat, prosesor Dual Core, 512MB RAM, Internal Storage 4GB (tapi yang bisa dipakai 2GB), ada slot microSD kalau kurang, Dual SIM card, baterai Li-ion 2500 mAh.
cpu-z-soc-advan-vandroid-e1c-pro
Bagaimana kesannya selama menggunakan Advan E1C Pro? Kembali ke tujuan saya untuk browsing dan streaming video maka bisa dikatakan cukup, tidak kurang tapi ya biasa saja. Memang agak lega rasanya menonton di ukuran display yang lebih besar, sambil bersandar di sofa atau ranjang. Untuk permainan saya lebih suka yang santai saja, tapi saya lihat keponakan saya bermain Football Manager 2015 dan Dream League Soccer lancar – lancar. Mungkin bukan game berat ya.

Kekurangannya? Hmmm… lebih karena spesifikasi hardwarenya yang terbatas, ini tablet murah soalnya. Warna layar yang kurang detail terasa saat menonton video, banyaknya aplikasi default bawaan Advan yang memakan memori dan internal storage membuat saya ingin meroot dan menghapus semuanya.

Ada satu fitur yang baru saya tahu setelah memegang tabletnya: bisa nonton televisi! Haha. 😀 Saudara saya yang jauh lebih tua suka meminjamnya untuk menonton tv sambil tiduran.

Tulis komentar...