Apa itu Overload pada ekspedisi?

Menjelang hari raya Lebaran atau tahun baru bagi anda yang ingin atau telah mengirimkan hadiah atau parsel untuk merayakannya maka ada kemungkinan akan mendengar istilah “Overload” pada ekspedisinya. Ini tidak terbatas JNE saja, TIKI, J&T Express, Pos Indonesia dan masih banyak lagi akan terpengaruh hal yang sama.

Apa itu Overload? Kalau langsung diartikan maksudnya kelebihan beban. Lebih spesifiknya karena banyaknya kiriman tapi tidak seimbang dengan kapasitas operasional ekspedisinya jadi banyak yang menumpuk di berbagai lokasi fasilitas ekspedisi. Ini bisa dari jadwal kerjanya yang terbatas atau jumlah petugasnya yang kurang untuk melakukan sortir barang dan mengirimkannya. Armada ekspedisi juga bisa jadi kendala kalau kurang.

Apa efeknya kalau Overload? Sederhana. Semua barang yang dikirimkan hampir pasti terlambat. Jadi jangan sampai pakai kiriman biasa (REG) kalau bisa. Apalagi yang termurah dan terlama (OKE atau ECO), bisa lebih lama lagi nantinya.

Solusinya? Sebelum hari H, kalau bisa kirimkan barangnya H-10 dengan jenis layanan kiriman tercepat. Misal JNE YES atau TIKI ONS. Walaupun yakin telat tapi lebih diprioritaskan, rata – rata selama kirimnya tidak terlalu dekat dengan hari liburnya maka bisa akan sampai 2-3 hari lebih lama dari estimasinya. Jadi kita antisipasi dulu dan pahami perkiraan berapa lama waktu kirim dan pengantarannya.

Solusi alternatifnya? Pas anda cek resi dan paketnya sudah sampai di kota tujuan sebaiknya penerima datang sendiri ke kantor/gudangnya. Tujuannya mengambil sendiri saja paketnya. Tapi… ada kekurangannya juga, karena sedang Overload proses pencarian barangnya bisa lama sekali. Pengalaman tahun lalu bisa sampai setengah hari di JNE baru ketemu, dan satunya lagi (pada hari berbeda) tidak ditemukan dan besoknya baru didapatkan.

Khusus JNE kalau ada kode Overload atau OD pada hasil trackingnya itu maksudnya sama.

104 pemikiran pada “Apa itu Overload pada ekspedisi?”

Tulis komentar...