Berbagi pengalaman menggunakan printer Canon

Pertama saya ingin membahas tentang printer merk Canon, boleh saya bilang bahwa printer dari seri Canon adalah yang paling murah yang bisa saya dapatkan. Mulai dari dulu saya bisa membelinya dengan harga mulai Rp. 500.000, sampai sekarang harganya sudah di atas Rp. 1.800.000, untuk tipe yang saya bahas di sini adalah printer Canon Ip 2770, karena tipe ini adalah tipe yang harganya paling murah dan paling terjangkau yang saya mampu beli.

Awet adalah keunggulan printer Canon

Menurut saya yang menarik dari Canon, dia tidak terlalu banyak memproduksi tipe printer yang lebih baru secara berkala. Karena seri Ip 2770 ini saja sudah saya beli 12 tahun yang lalu, dan sampai saat ini saya masih menemukannya dijual toko printer. Saya pikir, keunggulan dari Canon yang pertama adalah konsistensi mempertahankan untuk terus memproduksi tipe yang diminati oleh pasar, jadi jika suatu saat printer saya rusak dan ingin membeli printer yang tipenya sama, maka tipe tersebut masih dijual di pasaran.

Saya pikir bahwa ini adalah keunggulan yang baik, dan yang tidak dimiliki oleh Epson, karena merk printer yang paling banyak saya gunakan berikutnya dalah merk Epson, untuk printer Epson biasanya setiap beberapa periode tertentu, mereka akan mengeluarkan varian model terbaru, dan pastinya model ini akan sangat asing bagi penggunanya yang sudah fanatik dengan satu varian model, jadi bisa dikatakan untuk membeli printer dengan model terbaru ini seperti semacam perjudian, karena kita kembali tidak tahu apakah model ini cocok untuk kita seperti sebelumnya atau tidak.

Sama dengan kekurangan merek printer lain, tinta itu mahal

Berikutnya adalah kekurangan dari printer Canon, menurut saya kekurangannya terletak pada jumlah tintanya yang terbatas, jadi saat pertama membeli printer Canon, maka kita akan mendapatkan printer yang sangat prima kondisinya, Biasanya masalah akan muncul ketika tinta printer tersebut habis. Karena printer Canon yang saya beli selalu tidak pernah memiliki cadangan tinta di samping printernya, atau yang biasa kita kenal dengan tinta infus. Jadi, tintanya hanya sebatas yang ada di cartridgenya saja.

Pengalaman saya saat berhubungan dengan cartridge cukup tidak mengenakkan, karena untuk mengisi tinta di dalam cartridge, kita harus menggunakan suntikan, jika sampai salah (dan ini sering sekali terjadi pada saya) bahwa ada udara yang ikut masuk ke dalamnya maka boleh dibilang cartridge tersebut sudah masuk angin, dan jika sudah masuk angin maka cartridge tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi, dan harus diganti dengan yang baru.

Dan harga cartridgenya sendiri cukup mahal, terakhir kali saya membeli cartridge untuk printer Canon 2770 dan 1770, itu sudah Rp 200.000 lebih, dan itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, sedangkan untuk harga terbarunya saya tidak tahu, karena memang sudah jarang menggunakan tipe ini, dan kalaupun menggunakannya saya hanya sebatas pengguna saja.
Kekurangan lainnya, pada saat itu karena terlalu sering membeli cartridge untuk printer Canon, maka saya memutuskan untuk menambahkan infus pada printer tersebut, jadi harus membayar untuk biaya tambahannya. Tetapi jika saya pikir bahwa ini sebanding penggunaan printer yang lebih awet, maka saya pikir ini sepadan.

Tantangannya adalah menemukan tempat pemasangan infus yang cukup handal, karena saya sudah pernah mencoba bahwa ada tempat yang tukangnya memasang dengan cukup baik dan yang lainnya memasang dengan sekenanya saja. Perbedaan dari keduanya terletak pada hasil cetakannya dan keawetannya.

Tetapi biasanya printer asli yang kemudian dipasangi tinta infus tambahan, maka hasilnya tidak akan sama seperti printer yang sudah dipasang oleh pabriknya. Jadi, saya harus hati hati dengan merk tinta yang digunakan, merk ini sangat berarti sekali, karena untuk merk yang berbeda dari toko, maka biasanya tinta tersebut tidak tercampur sempurna, dan setelah digunakan beberapa kali, biasanya printer tersebut bisa macet, atau paling tidak hasil cetakannya tidak sebaik sebelumnya. Yang paling parah malah printer tersebut bisa rusak, dan akhirnya harus masuk ke tempat servisan.

Refill tinta cartridge adalah jalan tengahnya

Jika saya boleh menyarankan kepada para pembaca, sebaiknya untuk printer Canon jangan memasanginya dengan infus tinta tetapi cukup gunakan cartridge bawaan aslinya saja. Kemudian anda harus punya cartridge cadangannya juga paling tidak satu buah. Lalu nanti jika tintanya habis, maka anda tinggal melepas cartridgenya dan membawanya ke tempat pengisian tinta, biasanya saya selalu menggunakan Veneta untuk melakukan pengisian tintanya. Saya pikir cara ini adalah cara yang paling aman dalam menggunakan printer merk Canon.

Sebagai catatan saja, meskipun cara ini cukup aman, tetapi boleh saya katakan cara ini cukup ribet, karena jumlah tinta yang ada di dalam cartridge sangat sedikit, sehingga untuk penggunaan yang banyak, kita harus sedia cartridge yang banyak atau sering-sering mengisi ulang tintanya. Selain itu isi tinta di Veneta juga ada pajaknya, sehingga harganya juga cukup lumayan, untuk harganya isi ulangnya sendiri saya sudah tidak tahu berapa, karena sudah lama sekali saya melakukan pengisian tinta cartridge seperti ini.

Keuntungan lainnya jika mengisi ulang tinta di dalam cartridge di Veneta, mereka berani memberi garansi jika sampai cartridge kita rusak, jadi saya cukup yakin untuk menyarankan Veneta. Meskipun saya belum pernah mengajukan klaim terkait cartridge yang rusak, tetapi saya pernah mendengar ada pengunjung lain yang sudah pernah melakukannya, dan memang benar-benar diganti oleh pihak Venetanya jika sampai rusak.

Mungkin ini yang paling penting, bahwa tinta yang dijual oleh Veneta ini memiliki kualitas yang prima dengan hasil cetakannya. Mungkin benar seperti kata pepatah bahwa ada harga maka ada rupa.

Mungkin jika anda bingung menggunakan merk tinta printer yang ada di pasaran karena merk harganya sangat banyak, maka saya sarankan untuk coba datang gerai toko Vineta di kota anda, karena saya dulu juga sangat bingung untuk mencari tempat membeli tinta printer ini.

Tulisan ini tidak disponsori Veneta, karena dari sekian solusi tinta ini yang relatif bisa diandalkan dari pengalaman pribadi.

Tulis komentar...