Hyper Cache: Solusi cache WordPress termudah

Akhir – akhir ini saya mulai mencari alternatif dari W3 Total Cache karena dirasa malah memberatkan WordPress self-hosted saya karena banyaknya fungsi yang diikutkan dan cara settingnya malah membuat frustasi. Sebelumnya saya bereksperimen dengan Quick Cache (sekarang bernama ZenCache) dan sekarang sedang menguji coba Hyper Cache.

Saat anda pertama kali menginstall Hyper Cache maka akan diminta menambahkan kode define(‘WP_CACHE’, true); tepat dibawah (‘WPLANG’, ”); dalam file wp-config.php. Langkah ini wajib dilakukan untuk mengaktifkan fitur cache dalam WordPress. Saya langsung mengeditnya melalui File Manager di cPanel karena malas repot menggunakan FTP. 😀
cpanel-wp-config-define-wp-cache-true
Kalau Hyper Cache sudah diaktifkan… sebenarnya sudah bisa ditinggal karena setting defaultnya sudahlah aktif dan menurut saya sudah cukup memadai untuk blog kebanyakan.
wordpress-hyper-cache

Bagaimana kita tahu kalau Hyper Cache sudah bekerja? Silahkan lihat source dari halaman situs anda, semestinya di akhir akan muncul komentar HTML menandakan Hyper Cache sudah aktif. Contohnya: <!-- hyper cache 2015-01-31 01:50:31 --> .

Yang saya sarankan adalah menghidupkan fitur kompresi untuk cache, ini selain memperkecil data yang harus ditransfer juga sekaligus mempercepat akses website anda. Tapi kalau saat diaktifkan situs WordPress anda menjadi kosong, muncul karakter aneh atau putih semua maka sebaiknya dinonaktifkan. Ini menandakan kalau server hosting anda sudah menggunakan kompresi pada koneksinya.

Ya kesimpulannya kalau anda ingin menggunakan plugin cache yang mudah digunakan dan memiliki performa tinggi maka Hyper Cache bisa menjadi solusinya. Saya sendiri tidak mengubah sama sekali konfigurasi defaultnya dan sudah sangat puas akan kecepatan akses situs yang terasa lebih baik.

Tulis komentar...