Lenovo A369i: Hitam, ringkas dan murah

Gagal mendapatkan Smartfren Andromax C2 membuat saya terpaksa mencari alternatifnya, dan pilihan itu jatuh pada Lenovo A369i (karena desakan teman – teman saya). Handphone berbasis Android 4.2.2 (Jelly Bean) ini memiliki layar sebesar 4 inci, dengan tipe WXGA dan resolusi 480×800 pixel. Prosesornya sendiri adalah dual core, kapasitas storage internalnya adalah 4GB dan dengan RAM 512MB bisa dikatakan cukup mumpuni untuk bersaing dengan handphone Android kelas entry level lainnya.

lenovo-a369i

Saya tidak membahas spesifikasi lengkapnya karena itu sangatlah mudah dicari di internet, disini saya ingin menuliskan kesan dan pengalaman saya memakai Lenovo A369i. Harganya di kisaran Rp. 900.000,- mencerminkan di kelas mana handset ini berada. Bisa dikatakan ini review dari barang yang bakal saya pakai entah berapa tahun kalau tidak ada musibah apa – apa yang dialami oleh si hitam manis ini.

Dari segi fisik casing Lenovo A369i ini menggunakan plastik, warnanya hanya tersedia hitam katanya, juga memiliki desain yang tidak terlalu berbeda dengan handset umumnya. Bisa dipasang 2 SIM Card juga, jadi 2 nomor GSM bisa aktif sekaligus. Ukurannya yang 4″ masih bisa dikatakan lega untuk memperhatikan detail – detail yang ada di layar juga terbantu jernihnya tampilan. Kalau dibandingkan ZTE V-852 Freddo saya yang lama jelas merupakan peningkatan yang pesat.

lenovo-a369i-in-palm

Kualitas kameranya juga baik, resolusinya sebesar 2MP (Mega Pixel), inipun harus diaktifkan secara manual dulu karena defaultnya maksimal 1MP. Jadi kalau cuma dibuat foto – foto biasa atau selfie jelas sudah cukup. Sayangnya tidak ada front camera (kamera depan), biasanya digunakan untuk video chat kalau ini, atau kalau cewek dipakai sebagai cermin. Tapi karena tidak ada fitur flash akan membuat foto pada malam hari atau kurang cahaya tidak bisa jelas.

Selanjutnya adalah dari segi fitur, Lenovo A369i ini jujur saja menurut saya sudah pas fitur – fitur yang ada. Tidak ada kelebihan berarti, tapi dengan jumlah Apps di Google Play Store yang masif tampaknya masih bisa dikustomisasi sesuai kebiasaan penggunaan anda.

Ringtone di Lenovo A369i ini juga hanya bisa memilih dari default yang disediakan, ini dari usaha saya mengutak – atik semalaman. Semoga saja ini salah dan ternyata ada cara lain, kecuali menggunakan root.

Ternyata saya memang salah dan ringtone di Lenovo A369i bisa ditambahkan dan diganti. Tinggal letakkan saja file audio dalam format MP3 dan semacamnya di folder ringtones atau notifications dalam storage yang ada, isinya akan langsung dikenali.

Mumpung membahas rooting saya sendiri mencoba mencari tahu apakah Lenovo A369i ini bisa diupgrade versi Androidnya dan… ternyata tidak bisa diupdate menjadi versi lebih tinggi, padahal ingin saya perbarui menjadi Android 4.4 (KitKat) kalau ada. Karena itu setelahnya saya berusaha lagi mencari informasi apakah ROM alternatif seperti CyanogenMod, OmniROM, AOSP dan sebagainya mendukung handphone ini, dan… lagi – lagi saya terpaksa gigit jari.

Kekurangan Lenovo A369i yang paling terasa buat saya? Sementara ini yang paling saya sesalkan adalah tidak ada fitur Global Positioning System (GPS) di handphone ini, lebih tepatnya hardware GPS independen yang tidak tergantung dari menara operator telekomunikasi untuk menentukan posisi anda (A-GPS). Ini membuat saya tidak bisa menggunakan aplikasi yang bergantung pada GPS, padahal saya ada niat bermain game Ingress dan aplikasi olahraga seperti Nike+ yang notabene membutuhkan GPS. Yah… sayang sekali memang. Buyer beware saja ya.

*Gambar kualitas kentang harap maklum dan bukan fotografer, saya menggunakan handphone lama saya (ZTE V-852).

Update setelah kurang lebih 6 bulan pemakaian(15 Oktober 2014)

Entah mengapa tombol volume down di sisi casing menjadi kurang responsif, harus ditekan dengan keras baru memberi respon. Ini menyulitkan saat ingin mengurangi volume suara, dan tentunya membuat screenshot harus dilakukan berulang – ulang baru berhasil.

Kadang – kadang saya terpaksa melepaskan baterai hp karena tampilan layar hanya hitam dan tidak bisa digunakan, sepertinya hang. Padahal tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, proses background pun saya cek dan batasi.

Berhubungan dengan restart hp, beberapa setting tampaknya akan “lupa” kalau pernah diubah dan kembali ke defaultnya. Ini saya perhatikan pada profil audio Silent yang hidup “Vibrate on keypress” setelah di-reboot dan default lokasi penulisan datanya akan menuju storage internal hp bukannya ke SD card. Mungkin ada yang lain yang belum saya sadari.

Secara keseluruhan saya hanya menyesal karena tidak ada flash dan GPS yang sesungguhnya pada handphone Lenovo A369i ini, tapi ini kesalahan saya sendiri yang mengira kemampuan dan fiturnya sudahlah cukup. Untuk hal – hal di luar kendali saya seperti rusaknya tombol Volume Down, setting yang seperti di-reset setelah direstart, dan aktifnya kamera secara mendadak tanpa ditekan membuat saya agak frustasi juga.

6 pemikiran pada “Lenovo A369i: Hitam, ringkas dan murah”

  1. Setelah pemakaian kurang lebih 2 tahun, keakurasian layar lenovo a369i saya berkurang. Sering mengalami typo saat mengetik.

    Balas

Tulis komentar...