Menghidup-matikan OK Google

Last Updated on Maret 2, 2021

Ok Google. Mungkin sekarang sudah mulai banyak yang menggunakan layanan bantuan di hp Android ini. Tapi fitur ini belum tentu berguna bagi anda karena bisa membajak layar handphone di tengah-tengah aktivitas apabila tidak sadar mengaktifkannya.

Dengan bantuan pengenalan suara, maka instruksi dari kita bisa diproses. Hasilnya selama ini cukup bagus sebenarnya, tapi masih lebih cepat ngetik atau pakai jari sendiri untuk beberapa tugasnya.

Cara membuka Asisten Google

Selama memang Google Assistant terinstall, maka tinggal ketuk saja pada iconnya maka akan langsung terbuka aplikasinya. Tidak ada yang aneh disini, dan ini memang metode umum.

Tapi ada satu cara lagi untuk membuka asisten google, yakni dengan gesture atau gerakan jari. Nah ini yang sering jadi masalah, karena dengan salah usap di layar terjadi hal di luar harapan.

Cara memanggil Asisten Google dengan gesture

  1. Pada layar handphone siapkan jari di kanan bawah.
  2. Usap ke kiri atas serong 45 derajat.
  3. Selesai.

Mudah kan? Karena itu banyak yang mengalami masalah disini apabila tidak menginginkannya.

Tidak digunakan? Nonaktifkan saja

Kalau tidak dipakai memang sebaiknya dimatikan saja, karena jelas aplikasi Google Assistant aktif di background menggunakan memori dan cpu walaupun menganggur. Belum alasan privasi karena setiap pembicaraan anda akan direkam dan dianalisa untuk dikenali apa maksudnya. Walaupun katanya dianonimkan.

Cara mematikan Asisten Google

  1. Buka aplikasi Google Assistant
  2. Geser ke bawah sampai menemukan setelan Umum.
  3. Pada opsi Asisten Google ketuk untuk mematikannya.
  4. Sekian.

Cara menghidupkannya sama langkah-langkahnya tapi dibalik di setting terakhir. Mudah kan?

Uninstall OK Google

Mungkin aplikasi OK Google ini bermasalah di hp anda. Aktif sendiri tanpa ada pemicunya. Atau sudah dinonaktifkan dan karena internal storage kapasitasnya menipis, terpikir untuk menghapusnya.

Apapun alasannya, kita bisa kok uninstall app Asisten Google. Selama ini masih bukan wajib dalam sistem operasi Android.

Penutup

Teknologi speech recognition, text to speech dan speech to text terus berkembang. Saya masih ingat jaman Android 6 (Marshmellow) dulu pengenalan suara saya menjadi tulisan agak tertatih-tatih dalam akurasinya. Tapi yang sekarang saya coba malah bahasa Jawa separuh bisa, dan bahasa Indonesia (asalkan ga terlalu dicampur istilah Inggris) sudah 90% akurat.

Tinggalkan komentar