Berbagi pengalaman menggunakan printer HP (Hewlett Packard)

Setelah sebelumnya membahas merek Canon dan Epson, printer terakhir yang akan saya bahas adalah merk hp / Hewlett-Packard, boleh dibilang bagi saya pribadi printer merk hp ini adalah merk printer kelas premium. Karena seumur hidup saya belum pernah punya printer merk ini, dan hanya menggunakan milik orang lain atau milik perusahaan saja.

Pertama kali kenal Laserjet

Karena harganya yang mahal itulah saya tidak terlalu banyak tahu tentang printer ini, tetapi jenis printer hp yang pernah saya gunakan adalah tipe yang menggunakan cartridge dengan sebutan toner, saya tidak tahu tipenya apa.

Cuma boleh saya gambarkan bahwa printer ini saya luar biasa sekali, karena toner ini berbeda dari printer lainnya yang menggunakan tinta cair, tetapi toner ini bentuknya seperti serbuk mirip seperti tinta foto kopi. Belakangan setelah resign saya baru tahu ini bukan inkjet seperti printer yang saya pakai sebelumnya, tapi laserjet.

Saya ingat dulu pernah diminta oleh perusahaan untuk mengisi ulang tinta toner ini di Veneta, saya ingat harga yang harus dibayar waktu itu sudah Rp 250.000 dan ditambah dengan pajak saya harus membayar Rp 270.000an, saya tidak begitu ingat detailnya tetapi dalam hati saya, saya menganggap bahwa harganya sangat mahal sekali.

Memang ada pegawai Veneta yang mengatakan bahwa ada merk lain yang bisa memberikan harga lebih murah dari pada yang diberikan Veneta waktu itu dia menawarkan di harga Rp 125.000 dan ditambah pajak jadinya sekitar Rp 135.000an. Tetapi ternyata berikutnya saya tidak pernah lagi mengisi ulang tinta toner, jadi saya tidak pernah tahu kondisi tinta
yang lebih murah tersebut.

Yang saya ingat berikutnya adalah kecepatan dalam mencetak dokumen dan gambar dari printer yang menggunakan toner ini sangat cepat sekali, mungkin mirip seperti kecepatan mesin foto kopi. Untuk satu kali isi ulang toner, biasanya bisa digunakan untuk mengeprint sekitar satu rim kertas atau sekitar 500 lembar. Jadi, jumlahnya memang cukup banyak.

Printer jenis ini sangat membantu sekali bagi saya yang kala itu bekerja di pedalaman Banten, yang listrik saja tidak ada, jadi dengan sedia beberapa toner, maka bisa digunakan untuk melakukan pengeprintan selama beberapa waktu sekali, sebelum toner yang kosong dapat diisi ulang di kota.

Kekurangan laserjet cuma di harganya saja, berat di awal hemat di akhir

Untuk printer jenis ini yang pernah saya gunakan hanya yang berwarna hitam saja, tetapi saya dengar dari pegawai Veneta yang mengisi toner saya, bahwa ada juga printer ini yang memiliki memiliki toner warnanya juga.

Untuk printer seperti yang saya ceritakan ini yang memiliki warna hitam dan warna lainnya juga jauh lebih mahal dari pada printer yang memiliki warna hitam saja. Tetapi menurut penuturan dari pegawai Veneta tersebut, bahwa akan jadi masalah jika salah satu tugas toner ini rusak maka keseluruhan printer ini tidak akan bisa digunakan.

Jadi, dia menyarankan agar menggunakan printer yang memiliki warna hitam saja, dan hanya digunakan untuk mengeprint yang warna hitam-hitam saja, karena hal tersebut akan lebih awet.

Memang sampai saat ini saya belum pernah menservis printer merk hp, tetapi dengan harga beli yang sangat mahal seperti itu, maka kemungkinan besar ongkos servisnya jika rusak juga akan sangat mahal.

Akhir kata

Karena semua hal tersebut, mungkin printer hp adalah merk yang tidak bakal saya beli dan saya miliki. Kebutuhan saya sekarang di tempat kerja baru lebih sederhana dan sedikit.

Sebagai tambahan saja, saya sudah menggunakan printer sejak 17 tahun yang lalu, dan untuk printer pribadi yang
sudah saya miliki sudah beberapa, tetapi jika ditambah dengan yang biasa saya gunakan di kantor, sekolah dan
kampus, maka jumlahnya bisa melonjak menjadi beberapa puluh printer.

Tulis komentar...