Cara cek HTTP Header online

Menggunakan plugin caching untuk situs WordPress bisa dikatakan salah satu langkah wajib untuk mengoptimalkan performa dan kecepatannya. Tapi kadang setelah diaktifkan setiap update posting yang dilakukan tidak segera muncul. Nah… dalam mendiagnosa masalah cache pada WordPress selain dengan menghidup-matikan pluginnya atau menggunakan alternatifnya kita bisa mengecek apa respon header HTTP dari website.

HTTP header berisi informasi permintaan (request) dan balasan (response) antar klien-server, dan dari sini kita bisa mengetahui apa saja setting yang diterima dan hubungannya dengan perilaku browser saat website tersebut diakses.

Karena isi dari response header ini bukan untuk konsumsi manusia (pengguna) maka tidak ada cara langsung untuk mengeceknya. Bahkan cara yang disarankan kebanyakan adalah melalui perintah curl atau wget di Linux. Jika anda tidak memiliki akses ke sistem operasi Linux atau tidak ingin menginstall software tambahan di Windows maka anda bisa mengecek HTTP header secara online dengan menggunakan REDbot.

Yang perlu dilakukan hanya mengisikan apa alamat situs yang ingin dibaca response headernya. Jangan lupa isikan apa protokolnya secara spesifik, jadi antara HTTP atau HTTPS.
redbot-http-header

Setelah itu akan segera muncul informasi mengenai HTTP header yang dikirimkan oleh website atau server hosting anda. Contohnya adalah sebagai berikut:

 

    HTTP/1.1 200 OK
    Date: Fri, 06 Mar 2015 21:49:32 GMT
    Content-Type: text/html; charset=UTF-8
    Transfer-Encoding: chunked
    Connection: keep-alive
    Set-Cookie: __cfduid=d1d6ae92194be26d45de8c417c08bc9c81425678572;
        expires=Sat, 05-Mar-16 21:49:32 GMT; path=/;
        domain=.utekno.com; HttpOnly
    Vary: Accept-Encoding
    Last-Modified: Fri, 06 Mar 2015 20:58:35 GMT
    Expires: Fri, 06 Mar 2015 21:58:35 GMT
    Pragma: public
    Cache-Control: max-age=543, public, must-revalidate, proxy-revalidate
    X-Powered-By: W3 Total Cache/0.9.4.1
    X-Pingback: http://utekno.com/xmlrpc.php
    Server: cloudflare-nginx
    CF-RAY: 1c31456687a904c8-SYD
    Content-Encoding: gzip

Anda bisa membaca lebih lanjut apa fungsi dari setiap field di Wikipedia.

Tapi khusus untuk masalah cache WordPress yang saya bahas diawal ternyata ada setting W3 Total Cache yang menentukan bahwa halaman situs harap disimpan browser selama 7 hari baru dicek lagi ada updatenya atau tidak. Wah… niatnya mengoptimalkan malah menjadi masalah. 😛 Untung bisa diketahui dari hasil cek REDbot.

Tulis komentar...