Cara setting CloudFlare

CloudFlare adalah salah satu layanan CDN (Content Delivery Network) untuk mempercepat loading situs, menghemat penggunaan bandwidth hosting dan keamanan website yang ditawarkan secara gratis, dan tentu saja cukup populer digunakan di Indonesia. Karena susunan dari situs biasanya memiliki struktur yang kompleks dengan berbagai macam script dan kode seperti JavaScript, CSS, HTML dan sebagainya kadang kita perlu mengoptimalkan setting default dari CloudFlare agar paling sesuai dengan kondisi website.

Silahkan anda baca terlebih dahulu apa itu CDN kalau belum memahaminya dan apa keuntungannya nanti kalau dipasang.

Disini saya akan menjelaskan dan memberikan saran bagaimana cara setting dari CloudFlare berdasarkan penggunaan saya. Silahkan anda akses halaman My Websites kemudian klik icon gear disamping nama website yang telah dimasukkan dan pilih CloudFlare settings.
cloudflare-my-websites-menu

Pada Settings Overview silahkan ubah Security profile menjadi Low, ini untuk mencegah bot jahat mengakses situs anda. Semakin tinggi tingkat keamanan ada resiko pengunjung asli akan terkena filternya (false positive) dan terblokir tidak bisa mengakses website anda.
cloudflare-settings-overview
Selanjutnya di Performance profile usahakan opsinya adalah CDN + Full Optimizations, cek apakah tidak ada masalah pada tampilan dan fungsi situs anda setelah mengaktifkannya. Karena dengan opsi maksimal optimasi ini selain gambar akan dikompres juga setiap script diminify, ini yang menyebabkan resiko rusaknya website.

Kalau bermasalah anda bisa mencoba custom dengan menonaktifkan Rocket Loader yang fungsinya memuat JavaScript secara asynchronous sehingga tidak melambatkan browser saat membuka halaman website. Masih ada yang tidak beres? Maka matikan saja fitur Auto Minify sekalian, ini bisa konflik dengan plugin cache di WordPress. Semuanya ini bisa diatur pada Performance settings.

Fitur Always Online aktifkan supaya saat website anda sedang down entah karena kehabisan bandwidth, server error, atau lupa membayar akan tetap bisa diakses berdasarkan cache yang disimpan oleh CloudFlare.

Terakhir adalah IP Geolocation harus hidup sehingga setiap pengunjung website akan dikenali berasal darimana, kalau tidak semuanya akan memakai alamat IP dari server CloudFlare.

Tulis komentar...