RB941-2nD hAP-Lite: Router WiFi dari Mikrotik murah fitur lengkap bertenaga

Bulan kemarin saya membeli mainan baru yaitu Mikrotik RB941-2nD hAP-Lite, sebuah produk router WiFi yang ditujukan untuk kelas rumahan atau kantor kecil. Kenapa saya membutuhkan sebuah router WiFi apalagi dari Mikrotik? Sederhana alasannya, yaitu untuk mengatur manajemen bandwidth internet saya (ISP saya adalah Innovate sekarang berganti nama menjadi MyRepublic) untuk penggunaan orang rumah dan kadang tetangga yang ikut meminjam akses hotspot – sungkan kalau ditolak. 😛

Karena pada modem WiFi pemberian ISP umumnya hanya mampu memancarkan sinyal hotspot tapi tidak bisa membatasi kecepatan setiap penggunanya, jadi kalau ada satu orang yang download atau streaming video yang lainnya bisa ngelag dalam game online atau lemot dalam browsing. Ya, sejak jaman saya menggunakan Telkom Speedy dengan modem ADSL (TP-LINK TD-W8151N, Huawei HG532e) dan sekarang menjadi MyRepublic dengan modem Fiber Optic (FiberHome AN5506-04-FG/F2) memang tidak disediakan fitur limit bandwidth, rata – rata cuma memblokir akses hotspot saja.

Nah… karena itulah saya ingin mencari sebuah router WiFi yang harus murah harganya (dibawah 500 ribu targetnya) dengan fitur lengkap – minimal tidak kalah dari yang mahal. Karena dulu sewaktu kuliah saya mengenal nama Mikrotik dan dari pengalaman saya memang memiliki pengaturan untuk jaringan kabel dan nirkabel yang komplit maka saya mengutamakannya.

Ternyata tidak salah karena saya menemukan RouterBoard 941-2nD hAP-Lite dengan harga sekitar Rp.270.000 saja. Agak kaget bisa ketemu harga RouterBoard semurah ini dengan fitur WiFi pula, seingat saya dulu bisa 1 juta rupiah keatas. Tanpa pikir panjang langsung saya order. 😀

mikrotik-rb941-2nd-hap-lite
Review saya sederhana saja kali ini lebih ke pengalaman dan pengamatan saya daripada benchmark, karena saya memang tidak pandai melakukan perbandingan tapi saya yakin anda paham esensinya. Sedangkan spesifikasi resminya bisa dibaca di situs resminya. 🙂

Bentuk routernya kecil dan untuk menghidupkannya cukup dengan kabel microUSB 5v (disertakan dalam dus sebuah adaptor), ya anda tidak salah baca memang yang biasa digunakan oleh charger handphone.

mikrotik-rb941-2nd-hap-lite-depan

 

Port untuk LAN sendiri disediakan 4 buah, satu dari modem dan sisanya bisa ke perangkat lain seperti komputer. Kalau kekuatan sinyal WiFinya sendiri bisa dikatakan cukup untuk jaringan kecil, kurang lebih 15 meter masih bisa digunakan walau terhalang satu tembok, di lantai 2 sendiri tidaklah ada masalah juga menangkap sinyalnya – cuma harus menemukan posisi yang tepat saja.

Jadi RB941-2nD hAP-Lite ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran untuk anda yang belajar computer networking seperti keponakan saya yang SMK JarKomDat yang sangat terjangkau. Apalagi didalamnya sudah tertanam RouterOS dengan lisensi Level 4 yang sudah lebih dari cukup untuk penggunaan jaringan kecil (kurang lebih saya ujicoba 20 klien hotspot masih lancar jaya)
winbox-mikrotik-rb941-2nd-hap-lite

Terakhir saya menyentuh Mikrotik kurang lebih 3 tahun lalu dan itupun dalam kondisi kantor jadi banyak – banyak lupa cara settingnya. 😛 Kurang lebih 3 minggu saya baru berhasil mengkonfigurasikannya mendekati apa yang saya inginkan (masih tidak sempurna tapi sudah cukup puas), di sela – sela kesibukan kerja dan bisa dikatakan saya masih newbie sehingga membutuhkan waktu lama. Untung proyek pribadi saya ini tidaklah urgent. 😉 Yang pasti menambah ilmu dan membuat saya ingin membeli satu lagi sebagai cadangan.

Kesimpulannya Mikrotik RB941-2nD hAP-Lite ini sangat layak anda beli untuk melakukan manajemen bandwidth hotspot dengan jumlah klien 10-20an dengan jangkauan sinyal cukup baik untuk kelas rumah atau kantor kecil. Apalagi harganya cukup murah, benar – benar tidak rugi. Misal anda ingin belajar Mikrotik pun bisa menggunakan perangkat ini daripada harus membajak RouterOS atau membeli sendiri lisensinya yang malah jatuhnya lebih mahal dari membeli router WiFi satu ini.

Mungkin di lain waktu akan saya bagikan bagaimana cara setting hotspot, prioritas bandwidth (game online, streaming video, browsing), blokir konten, dan manajemen bandwidth per pengguna. Tapi kalau saya sudah yakin akan konfigurasinya jadi tidak berani mengatakan sudah paham, saya juga masih amatiran soalnya. 😀

28 pemikiran pada “RB941-2nD hAP-Lite: Router WiFi dari Mikrotik murah fitur lengkap bertenaga”

    • Halo Brian, itu menandakan tidak ada sambungan antara setting hotspot di Mikrotik dengan salah satu dari Gateway, DNS Server, DHCP, atau semuanya. Jadi unreachable sehingga muncul warna merah di WinBoxnya untuk konfigurasi WiFi.

      Saya juga belajaran kok mas, jadi mohon maklum kalau penjelasan saya membingungkan atau menurut anda kurang mantap. 😀

    • Halo Anityo, masih belum mas. Saya pending dulu risetnya karena kerjaan numpuk. 🙁 Masih belajaran mas, harap maklum.

  1. Murah ternyata sy juga lagi nyari ni mas soalnya kalau pake bawaan dari ISP mah susah ngaturnya, paling banter bisa blok mac address doang 🙂

    Sekalian tanya mas, kalau saya kan pake kabel modem dari ISP nah dia pake port yg kaya antena gitu (ga tau apa namanya) jadi kalau mau pake router ini sy masih harus pake modem dari ISP terus output LAN nya konek ke router ini yah, begitu bukan?

    • Tergantung ini tipe modem apa. Kalau ADSL bisa langsung di-dialin PPPoEnya dari router ini, asal tahu username dan password Telkom anda.

    • Lebih cocok lagi buat kos – kosan, biar tidak ada yang nyedot bandwidth sendirian. Tapi rencana belajar Mikrotik tertunda sampai sekarang. 🙁 Sibuk kerjaan. Settingnya jadi separuh – separuh.

  2. mas kalau ganti page login kok gak bsa ya?
    padahal di mikrotik saya rb 750, 450G, 1200nd bsa dan mudah sekali, namun pas saya terapkan di hap lite kok gak mau brubah ya, tetap di tampilan login bawaan mikrotik ..
    Tq.

    • Halo, saya baru coba karena sebelumnya tidak terpikir mengganti halaman login hotspotnya. Dipakai sendiri soalnya. Dan iya memang tidak bisa menggunakan cara yang biasanya. 🙁

      Mungkin memang batasannya ya, dan di internet sendiri tidak ada yang membahas hal ini.

    • Halo Gopel, maksudnya memang benar – benar login PPPoE atau maksud anda user WiFinya mas? Kalau buat hotspot sampai saat ini baru coba sekitar 10 orang dan masih lancar.

  3. betul bang chandra login dengan PPPoE, selama ini saya pakai rb750 dan cpu sering kali 100% padahal masih 3 user. plus 1 ether lokal untuk pc pribadi

    • Beda pemakaian mas kalau begitu, saya belum pernah coba multiple login PPPoE untuk router ini. Tapi kalau secara spesifikasi kalah mas hardwarenya dengan RB750, jadi rasanya ya lebih tidak mampu lagi.

  4. mas numpang tanya dong , ini kalo dari router pertama bawaan tel**m In***om* , apakah kita langsung menghubungkan Dari Lan port router pertama ke router mikrotik ini ?? owh iya apakah QOS di router ini mas sudah coba belum , terakhir apa bisa di ganti juga login pagenya , maap sebelumnya banyak tanya , terima kasih

    • Halo Kanep, betul mas langsung ke LAN 1 modemnya. Tergantung modem anda kadang harus telepon ke Telkom untuk mengaktifkan mode Bridgenya. Jarang sekali tapi. QoS bisa kok, seperti Mikrotik yang biasanya. Login page tampaknya tidak bisa diganti mas.

  5. Mo donk klo membuat bridge antara wireless mikrotik sama wireless ISP (merk cisco,tplink dll) itu gmn ya confignya?Biar bisa perpanjang jaringan internetnya.Terima kasih

  6. max bandwithnya berapa ya?
    saya coba koneksikan ke wifi.id dengan nanostation loco 2 dengan konfigurasi
    wifi.id —-> loco 2 —–> RB941-2nD hAP-Lite ———> tp link.
    max bandwith yang bisa saya dapat hanya 10Mbps..
    padahal klo saya langsung ke wifi,id bisa dapat 20Mbps.

    apakah saya perlu upgrade mikrotik board?

Tulis komentar...