Pengalaman menggunakan Telkom Speedy

Setelah kurang lebih 3 tahun menggunakan Telkom Speedy di rumah untuk berinternet ria ada suka dukanya selama ini. Mulai dari harga promo yang cuma Rp. 150.000,- untuk 384KBPS sewaktu diawal, hingga sekarang otomatis diupgrade menjadi 1MBPS tapi tarifnya juga ikut naik menjadi Rp. 217.000,-. Upgrade modem gratis yang dulu cuma bisa satu komputer melalui LAN (TP-LINK jadul), dan sekarang menjadi modem dengan 4 slot LAN dan akses WiFi (Huawei HG532e).  Mulai dari namanya Speedy sampai sekarang menjadi IndiHome. Ini sukanya sih, bukan berarti tidak ada masalah.

2 masalah pada koneksi Telkom Speedy yang saya alami dan berpengaruh besar

Entah kenapa dalam beberapa bulan ini koneksi internet saya sering tidak responsif dalam interval waktu tertentu. Jadi walaupun lampu indikator pada modem menyala semua seperti tanpa ada masalah tapi semua perangkat yang terhubung tidak bisa online sama sekali. Ini bisa dilihat dengan memantau koneksinya dengan menggunakan ping tanpa henti seperti gambar dibawah.

cmd-ping-rto-general-failure

Tanda – tandanya adalah pada beberapa saat nilai ping akan melonjak naik menjadi 2000ms lebih, ini sama saja tidak bisa dipakai dengan lancar dan pasti terputus apapun yang dilakukan. Setelah itu biasanya akan disusul dengan RTO (Request Timed Out) beberapa lama dan kadang muncul General Failure.

Kalau beruntung biasanya dalam beberapa menit akan kembali normal. Jika setelah beberapa menit tidak bisa juga maka solusinya hanyalah mematikan dan menghidupkan modem kembali. Penyebabnya? Kurang tahu juga, pihak customer service Telkom sendiri menyatakan tidak ada masalah saat saya tanyakan, saya asumsikan karena sesi koneksi speedy saya bermasalah atau memang ada kerusakan jaringan.

Kalau masalah tadi bisa diatasi dengan mudah maka saya ingin memperkenalkan fitur Telkom Speedy yang mungkin hanya ada pada lokasi tertentu saja yaitu fitur adaptasi cuaca. Jadi kalau di sekitar tempat tinggal saya mendung atau hujan dijamin modem saya langsung disconnect. Ya, ini sarkasme. Agak sebal juga saya komplain berulangkali tapi dinyatakan tidak ada masalah pada jaringannya. Hal ini baru terjadi selama musim hujan ini, padahal tahun – tahun sebelumnya no problem saat ada hujan. Kalau ini saya sendiri sempat meminta agar line teleponnya diganti tapi entah tidak ada kabarnya.

Solusinya? Bersabar dan semoga teknisi Telkom memperbaikinya atau pindah ke ISP lain.

Kedua hal diatas membuat saya ingin mencari solusinya, antara beralih ke IndiHome atau ke ISP lain.

Mengenai IndiHome

Sudah beberapa kali ditawari agar melakukan migrasi ke IndiHome yang sebelumnya jaringan kabel telepon yang digunakan (ADSL) akan menjadi Fiber (FTTH lebih tepatnya atau Fiber To The Home), dan biayanya gratis. Saat ini saya membayar tagihan sebesar 217 ribu per bukan, dan kalau berpindah ke IndiHome akan menjadi 275ribu untuk kecepatan yang sama (1MB). Harga yang saya cantumkan belum termasuk PPN 10% dan biaya administrasi.
indihome-logo
Bedanya nanti saya akan mendapatkan TV Kabel dan telepon gratis lokal-interlokal sebesar 10.000 menit tiap bulan. Katanya sih ini senilai 100ribu rupiah, jadi saya menghemat karena semua dibundling jadi satu. Masalahnya saya sudah sangat jarang menonton televisi, lebih suka streaming video karena bisa memilih sendiri acaranya apapun kapanpun, dan tidak dijejali iklan. Apalagi sewaktu diberitahu benefitnya adalah telepon… di rumah sendiri sudah tidak ada pesawat teleponnya, semuanya menggunakan handphone sekarang. Jadi keduanya adalah mubazir bagi saya.

Akhirnya?

Baru – baru ini di kawasan rumah saya (kota Malang) sudah masuk Innovate yang menawarkan Fiber juga tapi harganya jauh lebih murah dengan kecepatan yang lebih tinggi dari Telkom Speedy/IndiHome. Pada awalnya harga yang ditawarkan adalah sebesar 250ribu (Paket FUN) untuk kecepatan 5MB, ini dengan bonus TV Kabel untuk siaran lokal atau yang 290ribu akan ditingkatkan menjadi 10MBPS (paket SNAP) dan TV Kabel dengan lebih banyak channel. Harganya belum termasuk PPN 10% dan biaya administrasi. Ini tidak membuat saya ingin berpindah karena masih malas mengurus pemutusan sambungan Telkom Speedynya dan walaupun selisihnya kecepatannya cukup terasa tapi harganya masih mirip.
innovate-indonesia-logo
Tapi setelah beberapa minggu (mungkin karena peminatnya kurang di daerah saya) ada tawaran lagi yang masuk yaitu paket LITE dengan kecepatan 3MBPS dan TV Kabel dengan channel yang saya cuma bisa katakan cukup. Harganya adalah 170ribu rupiah sudah termasuk PPN dan biaya administrasi. Wah… begitu mendengar adanya promo ini segera saya mendaftarkan diri dan menunggu proses pemasangan di rumah saya.

Penutup

Adanya persaingan antar ISP ini jelas menguntungkan kita sebagai pelanggan, selain terdapat alternatif juga harganya bisa menjadi murah. Setidaknya supaya mereka tidak terlena karena tidak ada saingan sehingga kualitasnya tidak dijaga atau malah ditingkatkan. Saya juga tidak ingin mendukung praktek injeksi iklan yang dilakukan Telkom kepada pelanggan layanan internetnya, semoga ISP lain tidak.

Demikian sedikit curhat saya menggunakan layanan Telkom Speedy selama 3 tahun dan setelah ini saya akan beralih menggunakan Innovate Indonesia. Sayangnya saya tidak sempat merasakan IndiHome karena hal ini dan tidak bisa membuat reviewnya. Yang pasti akan saya tuliskan juga pengalaman saya memakai Innovate setelah pemasangannya dan penggunaannya nanti. Semoga tidak mengecewakan. 🙂 Kalau tidak bisa balik kucing ke Telkom lagi nantinya. 😛

32 pemikiran pada “Pengalaman menggunakan Telkom Speedy”

  1. Saya baru satu bulan menggunakan IndiHome, biaya 335rb/bulan dengan kecepatan 1Mb. Yahh.. karena di daerah saya baru speedy yang masuk cakupan, jadi saya menggunakannya..
    Btw, blog nya bagus dan sangat berguna untuk saya.,,, terima kasih pak…

  2. Masalah speedy putus2 waktu hujan karena kabel telponnya kena air (humidity). Setelah beberapa kali teknisi speedy dateng, akhirnya ada yg cukup kompeten untuk periksa semua bagian kabel di rumah. Setelah semua bagian yg karatan dipotong dan sambungannya di-seal, baru lancar walaupun ada perubahan cuaca. Memang kalau hujan SNRnya agak berubah, tapi perubahannya ngga cukup gede untuk memutus sambungan.

    Sayangnya tidak semua teknisi mereka cukup thorough untuk memeriksa seluruh kabel telpon. Ada yang periksa di tiang saja, ada yang periksa satu bagian tapi dianggap “cukup” baik. Kalau bisa rekomendasi gaji naik, teknisi yg terakhir bakal saya rekomendasikan. Keliatan SNRnya langsung naik, ini tanpa mengganti kabel tahun 80an buat bagian paling tua dan 90an buat bagian yg terbaru.

    • Selamat pagi Iwan, iya saya memang sudah curiga ini karena masalah kabel teleponnya. Apalagi daerah tempat saya tinggal termasuk kawasan lama, jadi instalasi tiang dan jaringannya cukup berusia juga. Kalau hujan memang pasti putus, yang lebih parah lagi cukup mendung sudah tidak stabil modemnya – sering putus sinkronisasi koneksi ADSLnya. Kemungkinan yang rusak malah bukan di dekat rumah saya.

      Sedangkan kalau masalah teknisi Speedy, karena saya tahu di Malang tampaknya dioutsource sehingga kerjanya kok serasa seadanya. Dari beberapa teknisi yang datang mereka rata – rata melakukan entah apa dan disuruh menunggu. Tapi tidak terasa ada efek positifnya. 🙁 Akhirnya kan repot juga memanggil teknisi, apalagi kita harus meluangkan waktu untuk menunggu datangnya.

      Bahkan teman saya ada sedikit teori konspirasi bahwa koneksi speedy sengaja diperburuk supaya pelanggannya pindah ke IndiHome. 😛 Yang pasti saya sedikit terpengaruh karena masalah ini dulu saya tidak pernah mengalami, cuma dalam beberapa bulan ini saja sejak Telkom gencar melakukan promosi IndiHome lewat telepon.

  3. selamat pagi kak,
    Innovate ini masih di Area Malang Kota atau udah ke Kabupaten?
    Saya malah udah pakai Speedy 5 tahunan,mulai jamannya dibawah 100k tapi harus bolak balik ke plasa telkom utk diperpanjang dlm kurun waktu tertentu. Sampai yg skrg sama dengan punyanya kakak (sebelum berpindah ke lain hati :D).
    pengen beralih ke ISP yg lebih miring tarifnya, krn akhir2 ini jarang digunakan (cuman saya aja yg pakai, jadi tak buat download film terus kak -tapi jrg ditonton-, ‘eman’ nih).

    • Wah… ada yang lebih senior. 😀 Jamannya yang tiap 3 bulan putus sambung bukan? Teman saya dulu begitu cara mengakalinya. 😛

      Soal jangkauan area Innovate di Malang sudah sampai mana saja saya kurang tahu juga, yang pasti ini dulu masang tiang buat fibernya dari setengah tahun lalu baru ditawarkan bulan – bulan ini. Coba telepon ke customer service Innovate Malang saja mas: (0341) 2258899.

      Sejak beralih ke Innovate malah jarang download, streaming semua haha… Lancar jaya soalnya nonton 1080p atau video – video HD lainnya. Sayang TV Kabelnya di Malang saat saya mendaftar boxnya habis jadi tertunda dulu.

      Edit:

      Saya mendapatkan data wilayah Malang yang sudah tercover Innovate per Februari 2015:
      Mega Mendung Area RW.08
      Lembah Dieng RW.05
      Bukit Tidar Permai RW.10
      Sekar Puro Residence
      Ciliwung Area RW.07
      Perum Sawojajar 2 RW.10
      Soekarno Hatta indah RW.14
      Griya Shanta RW.15
      Taman Buah-Buahan RW.01 Kel. Pisang Candi
      Taman Agung RW.06 Kel. Pisang Candi
      Pisang Candi Area RW.09
      Brantas Area RW.06
      Perum Bukit Hijau RW.09
      Purwantoro Agung RW.21
      Purwantoro Agung RW.24
      Purwantoro Area RW.13
      Baiduri Area RT.02
      Brantas Area RW.01
      Delta Dieng

      Semoga rumah anda termasuk salah satu area diatas biar menikmati cepatnya Innovate. 😛 Serasa jadi marketingnya Innovate kalau begini. 😀

    • haha iya tuh kak, biar tetep dpt tarif yg promo.
      wuih enak ya klo yang streaming HD bisa lancar jaya.
      kalau dirumah mah dipause dulu, trus ditinggal ngapain gitu, nanti balik lagi trus diplay 😀 maklumlah berlatih sabar
      thanks kak infonya, sayangnya daerah saya masih belum tercover tuh.

  4. Hallo mas Chandra Utama, saya pakai speedy mulai taun2 jadul deh, masih pake modem warna item merek ndak jelas (yang akhirnya rusak dan diganti TP link beli sendiri) hehehe, pelanggan setia karena nggak ada pilihan lain :p mulai pakai yang 128 kbps, dapet upgrade gratis jadi 324, terus dapet upgrade lagi jadi 1 MBPS, dan terakhir dapet upgrade plus dibundling telpon rumah all in dengan internet 2 MBPS.

    yang saya jengkel saat ini, sudah lebih dari 3 hari koneksinya putus-sambung terus. kalau di ping sering banget RTO, jadi putus asa deh kalau main game online, disconected terus dalam waktu beberapa belas detik setelah nyambung. saya lihat di listnya innovate yang mas lampirkan, perumahan saya (Istana Dieng) belum dilewati kabel FO hiks.. padahal lembah dieng dan delta dieng sudah 🙁

    yah jadi sekarang pasrah dengan koneksi byar pet gini, sampai telkom memperbaikinya..

    PS: telpon 147 juga nggak berguna, mereka bilang jaringan baik2 saja, normal, blablabla, nanti kami kirim teknisi, dll..

    • Wah… pindah rumah mas Daniel. 😛 Kalau mau bisa cari tetangga yang mau pindah ke Innovate mas dari wilayah perumahan Isdi dan minta bantuan RT setempat mengajukan pemasangan tiang ke kantor Innovate. Wilayah rumah saya begitu, jadi dirapatkan dan setelah beberapa rumah setuju baru dipasang. Kalau ada jaminan minimal berapa orang yang akan menjadi pelanggan baru mereka berminat, dan memasang fasilitas Fiber Opticnya setahu saya harus ada ijin RT atau RW.

      Mumpung membahas yang di Malang, saya baru saja ganti paket dari 3MB + TV Kabel sebesar 170 ribu menjadi 6MB tanpa TV Kabel sebesar 180 ribu. Bandingkan dengan tarif IndiHome yang mengerikan. Innovate ini kecepatannya bagus juga harga murah tapi… kalau urusan sama customer service atau teknisinya jangan berharap banyak mas. Hehe. Untuk masalahnya sangat jarang.

    • hmmm iya deh pindah rumah aja lebih gampang.. *duenggggg* 😀
      coba sih nanti tak tanya ke Clubhouse Isdi, kok saya browsing katanya di club house sudah ada FOnya.. tapi kalau liat di IsDi ndak ada tiang blas lho mas.. tiang listrik aja ndak ada, semua masuk tanah.. wkwkwk..

    • Astaga.. ga merhatiin di IsDi ada tiangnya atau tidak. Haha… Kawasan elit nih. 😀 Kemungkinan besar FO milik Telkom mas kalau di Clubhousenya. Menang coverage kalau IndiHome, perusahaan pemerintah sih.

      Jadi ingat di Ijen Nirwana karena belum ada instalasi telepon untuk memasang Telkom Speedy / IndiHome tahun lalu kena biaya 10 juta awalnya, biaya instalasi jaringan Telkom dibebankan ke pelanggannya. Ini pengalaman saudara teman saya, dan untungnya berhasil ditawar jadi 3 juta.

  5. Waks 3 juta?? Mending balik pakai telegram aja wes, ga usah internet hahahaha. Tapi anehnya kalau buat torrent lancar lho mas, download speed 250-300kbps an. Tapi begitu buka web mesti reload2 terus, sulit masuk.

    • Saya usulkan merpati pos mas, kalau ada masalah bisa langsung dijadikan lalapan biar tidak mubazir. 😀 Hahaha.

      Oh itu masalah DNS Servernya mas, kalau torrent kan langsung ke alamat IP (cek di peers kan isinya itu semua) jadi lebih cepat aksesnya. Karena sekarang seluruh trafik DNS di Indonesia dibajak oleh ISP untuk implementasi Internet Positif, Sehat atau Seger Waras (dan nantinya DNS Nasional) maka ada tambahan waktu untuk prosesnya dan kadang karena tidak dicache oleh servernya bisa not found situsnya.

      Jadi kalau anda pernah mengakses situs dengan ciri – ciri:
      -Tidak ditemukan padahal pasti ada.
      -Tampilan rusak. Bisa hanya tulisan dan tidak ada gambar.
      -Harus direload baru bisa muncul.
      Ya, ini besar kemungkinan bukan dosa – dosa penggunanya melainkan dari pusatnya. Cuma bisa pasrah kalau ini. Atau coba pakai VPN untuk mengakalinya.

    • Merpati kolesterolnya tinggi lho mas, ga boleh banyak2 wkwkwk *tambah nguawur* 😀
      kemarin pas tak test pake DNS Jumper, error semua mulai DNS google, open DNS, speedy nasional maupun semua regional.
      pakai VPN gimana toh mas? model2 Platinum Hide IP gitu ta? coba tak browsing2 lagi seh 😀

      Edit:

      lapor mas, barusan dicoba pakai platinum hide IP, kelihatannya lancar, semua web bisa dibuka tapi ya rada lambat sih.
      gapapa timbang esmosi mesti reload2 terus hihihihi

    • Wah DNS Jumper cuma buat ganti DNS server mas, jadi ga ngefek kalau ditandingkan sama Transparent DNS Proxy milik Telkom atau ISP lainnya. Kalau mau menggunakan metode DNS server untuk melewati blokir bisa mencoba DNS Crypt.

      Yup, Platinum Hide IP bisa dikatakan layanan VPN atau Proxy. Saya sendiri menggunakan CyberGhost, tinggal klik ON semua koneksi langsung lewat VPN.

    • ternyata pakai Platinum hide ga bisa mas, tetep aja error2en. coba sih nanti pakai DNS crypt ya. laporan menyusul.. 😀

      Edit:

      laporan hasil DNSCrypt: lumayan, ya walaupun disconnect beberapa kali tapi nggak separah sebelumnya, dibuat main world of tanks juga putus koneksi CUMA 2-3 kali dibanding sebelumnya yang ga bisa main lebih dari beberapa detik ?

      paling bagus pakai proxi client yang mana ya mas? tak coba singapore error terus. tadi coba sydney lumayan lemot. ini coba pakai punya openDNS lumayan cepet.

    • Dibuat main game online ya mas, haha. Kalau begitu jangan gunakan proxy atau VPN gratis. Nanti kebagian server yang cukup kalau dibuat browsing, payah dibuah streaming, mampus aja dibuat main. Haha. 😀

      Yang pasti Australia jangan dipilih mas, jalur internet Indonesia ke sana setahu saya memang terbatas, pingnya ngeri. Google Public DNS bagaimana mas? Setahu saya paling cepat dan stabil ini dari Indonesia – baru setelahnya OpenDNS.

  6. berpikir positif aja ane gan, apa2 di jawa kan, di sumatra ketinggalan, saya mah maklum wilayah di sumatra mahal, mereka jualan juga kan.

    saya langganan 250 rb perbulan paket 1 Mb, klo download bisa sampe 170rb KB per detik. Dilebihin xD

    Semua org pasti ngalamin, ini memang kabel tembaga, fiber aja blm sampe ke Pekanbaru. PEKANBARU bro, pekanbaru, kota maju, begitulah Sumatra, agan harusnya bersyukur di jawa kayak gitu ngeluh, saran dari teknisi telkom, pilih ISP yg lokal dan loyal kayak mnc firstmedia atau biznet, klo isp kecil2an itu biasanya promo di awal bengkak diakhir…

    Pengen beralih koneksi juga, tapi kebetulan rumah dekat dgn plasa telkom dan juga cuma telkom yg baru bisa di sini apa boleh buat gan. Untuk teknisi, saya puas!!!

    saya pernah gak konek2, kata admin nya baik2 aja lewat twitter, besok pagi disuruh teknisi ke rumah, akhirnya kabel panjang dari tiang setinggi pohon sampe atap rumah rela dipanjat sama teknisi itu, salut dah wkwkwk, diganti semua kabelnya! begitu ganti, eh lancar gak masalah. Alhamdullillaaah :))) salut sama teknisi

    • Hahaha. 😀 Terimakasih mas Rizky atas share pengalamannya. Memang hampir pasti yang dirasakan berbeda, saya sendiri menggunakan Speedy bertahun – tahun akhirnya pindah karena harga IndiHome (yang gencar ditawarkan marketingnya) di Malang tidak kompetitif mas dan juga karena setiap hujan mati tapi tidak pernah ada perbaikan. 🙁

      Kalau disini tidak ada saingan mungkin masih tetap saya menggunakan Telkom, tapi malah masuk Innovate/MyRepublic dengan harga sangat miring dengan kecepatan wah ya jelas saya pindah. 😀 Cuma kurangnya adalah customer servicenya, kalau ada apa – apa telepon sangat jarang diangkat. Lama – lama setiap kali ada gangguan saya tinggal tidur mas, biasanya 1 hari normal kembali. Hehe. 😛

      Oh ya, teknisi Telkom yang datang memang hebat sih mas. Rela manjat – manjat pohon, genteng, tiang demi memperbaiki masalah koneksi saya dulu. Cuma kok gangguan koneksi saya ga selesai – selesai. 🙁

    • Hati – hati diupgrade otomatis jadi IndiHome mas. Kadang ada marketing nakal yang begitu. Atau mas ganti ISP saja, ada kok yang lebih cepat dan harganya sama terjangkaunya.

    • Wah… kalau ADSL memang terbatas bandwidthnya mbak. Belum ada ISP saingan? Saya pindah ke MyRepublic dan menggunakan paket yang 30Mbps seharga 240 ribu sebulan. 😀

  7. Saya masih prefer speedy, soalnya ga ada alternatif pilihan diharga 200ribuan dg koneksi kabel tanpa terganggu hujan. Kalau indihome masih promo saja mahal, apalagi kalau tidak ada promo ya. Kembali ke budget pada akhirnya.

    • Coba ISP lain mas. Biznet Home ada yang 10Mbps cuma 200ribuan. MyRepublic 30Mbps 200ribuan juga. MNC Play Media dan First Media juga ada.

  8. Mas candra. Knp indihome ku ko kuotax cpat abis ya. Di pake nonton yutube 2 malam aja udah habis. Boros banget. Maka tagihanx 350.000 perbulan. Jadi blm 1 bulan aku sdh melakukan pembayaran lg. Maka aku baru make 3 bulan. Jadi malas lg dah ngurus nya lg. Ku biarin aja nongkrong di bawah Tv. Wkwkwk

  9. Bro chandra, saya mau tanya untuk paket internet unlimited paling bagus ISPnya apa ya? dan biasanya untuk berlangganannya susah atau engga?

  10. Bang modem saya sama kyk modem agan diatas. Modem saya kadang adsl nya mati kadang idup. Teknisi udah dateng trus diperiksa spliternya ada kabel yg rusak nah diganti sama yg baru. Eh ttp aja adsl mati kadang idup. Kira kira yg salah pada modem saya kah?

    • Halo Steve, tiang – tiang telepon di sekitar rumahnya mas yang sudah berumur biasanya. Dan masalah cuaca. Saran saya ganti ke ISP lain yang pakai Fiber Optic mas.

  11. bro kalau seandanya ssid di jadikan dua jalur akan di kenakan biaya lebih atau tidak,, karna di awal ssid yang di seting oleh orang telkom hanya cuman 1 bila di jadikan 2 jalur/ ssid 1 dan ssid 2 di hidupkan apakan akan menambah biaya saat pembayaran?

Tulis komentar...