Menghemat baterai Android

Namanya handphone tentu saja kita akan membawanya kemana – mana dan karena fungsinya sekarang tidak terbatas cuma telepon juga SMS maka perannya cukup vital dalam mengisi keseharian. Yang membatasi biasanya adalah baterai handphone yang cepat habis dan kalau tidak membawa powerbank atau charger (cari listrik dulu) bisa tidak berfungsi lagi. Bayangkan kalau ada hal penting? Bisa runyam bukan masalahnya.

 

Kalau anda ingin tahu aplikasi atau proses apa saja yang menghabiskan baterai hp Android anda maka dapat dengan mudah melakukannya dengan mengakses Settings > Device > Battery.

android-battery

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan dengan mengoptimalkan setting Android dan menghemat penggunaan baterai handphone atau tablet tersebut. Bahkan kebanyakan tips dan trik ini tanpa perlu menginstall aplikasi apapun.

  1. Matikan auto-brightness.
    Pengaturan tingkat kecerahan otomatis ini untuk membantu kita melihat apa yang tampil dalam layar secara jelas, tapi karena kebanyakan aktivitas kita ada dalam ruangan atau dengan pencahayaan yang cukup bagus maka jarang sekali terasa ada gunanya.
  2. Tentukan tingkat kecerahan layar secara manual.
    Dari pengalaman saya menggunakan beberapa handset Android, saya biasa mensetting brightnessnya diantara 25%-35% dan sudah cukup jelas kok apa yang tampil di layar.
  3. Matikan notifikasi aplikasi yang tidak diperlukan.
    Entah kenapa setiap aplikasi selalu ingin memberitahukan adanya update dan tidak membedakan penting tidaknya. Seringkali ini ditemukan dalam game. Kalau dibiarkan aktif notifikasinya maka prosesnya akan hidup dalam background dan ikut memakan daya baterai anda.
  4. Uninstall aplikasi.
    Kasus ini biasa terjadi pada handphone baru dan oleh pabrikannya sudah diinstall dengan berbagai macam app. Saya amati banyak yang tidak jelas apa fungsinya dan sempat menemukan bahasa yang digunakan adalah Cina. 🙁 Tidak bisa membaca apa tulisannya. Saya anjurkan anda Google dahulu apa namanya dan kalau aman untuk dihapus maka bersihkan saja.
  5. Matikan aplikasi.
    Ada beberapa jenis app bawaan yang tidak bisa diuninstall kecuali kalau diroot, untungnya kadang masih bisa dimatikan sehingga tidak aktif selama anda tidak mengaksesnya.
  6. Bunuh proses yang tidak perlu.
    Silahkan anda cek pada daftar proses atau aplikasi yang sedang berjalan. Kalau ada nama proses yang dirasa tidak berguna maka bisa anda bunuh. Tapi jelas harap anda Google dahulu supaya aman.
  7. Jangan gunakan Live Wallpaper.
    Saya akui Live Wallpaper selain indah juga menghibur karena interaktifitasnya. Tapi ini cukup menguras baterai karena banyaknya elemen yang tampil dan berganti di layar. Gunakan gambar biasa saja sebagai wallpaper dan kalau bisa berwarna gelap.
  8. Batasi jumlah widget.
    Widget juga senada, karena mereka adalah perpanjangan dari aplikasi dan ada elemen interaktif yang rutin diupdate maka ikut berpengaruh terhadap konsumsi baterai.
  9. Jangan gunakan getaran (vibrasi).
    Nada dering kadang sudah cukup untuk memberitahukan adanya pesan atau telepon yang masuk.
  10. Kecilkan suara atau matikan ringtone.
    Ini tergantung situasinya dan sebaliknya kadang cukup getaran saja sebagai notifikasi.
  11. Matikan WiFi jika tidak dibutuhkan.
    Kalau anda tidak sedang terhubung ke hotspot atau jaringan WiFi saya sangat menganjurkan agar dinonaktifkan saja, kalau dibiarkan maka hp Android anda akan berusaha mencari (discover) jaringan nirkabel yang ada disekitar dan ini jelas menghabiskan baterai.
  12. Nonaktifkan GPS dan Location.
    Kadang kedua setting ini namanya sama atau dalam 1 opsi untuk menghidupkan atau mematikannya. GPS (Global Positioning System) akan membantu kita dalam mengetahui dimana posisi kita sekarang dalam peta (Google Maps) dan apabila kita tersesat atau sedang mencari jalan akan terasa manfaatnya. Jika anda tidak dalam keadaan yang membutuhkan fitur pelacakan lokasi ini maka matikan saja.
  13. Atur konektivitas 3G, 4G LTE.
    Walaupun kecepatan koneksi internet mobile sekarang sudah bisa dikatakan memuaskan tapi kalau anda sedang memakai WiFi maka jelas tidak diperlukan akses koneksi kecepatan tinggi ini.
  14. Batasi Dual SIM.
    Saya perhatikan sekarang banyak handphone yang menawarkan slot SIM Card ganda (Dual SIM). Sangat dianjurkan agar tetap hanya memakai satu SIM card saja karena kalau keduanya aktif maka akan kerja dua kali lipat dalam mencari sinyal masing – masing operator seluler.
  15. Gunakan mode hemat daya.
    Ada beberapa handphone yang memberikan fitur hemat daya (Power Saving) dan kadang istilahnya berbeda tergantung siapa pembuatnya. Di Android Lollipop fitur ini sudah ada secara default.
  16. Atur lama waktu sleep layar.
    Kalau handphone sedang tidak digunakan maka seharusnya layarnya akan mati dan ini bisa diatur berapa lama baru dieksekusi.
  17. Gunakan aplikasi pihak ketiga.
    Di Google PlayStore banyak aplikasi yang berfungsi menghemat baterai seperti DU Battery Saver, Greenify, Juice Defender dan masih banyak lagi. Bisa anda coba untuk membantu mengoptimalkan baterai kita.
  18. Beli baterai baru atau ganti ke Double Power.
    Kadang masalahnya memang baterainya sudah rusak atau kapasitasnya tidak seperti baru lagi. Kalau ini memang sudah saatnya diganti baru atau menggunakan baterai double-power yang menawarkan kapasitas lebih besar dari baterai originalnya.

Tips – tips untuk menghemat baterai di Android ini saya sudahi sampai disini dahulu dan baru sadar kalau mencapai 18 buah. 😀 Misal anda memiliki tambahan cara silahkan ikut dibagikan di komentar supaya sama – sama membantu. Saya dari dulu menggunakan seluruh atau kombinasi cara – cara diatas tergantung kondisinya untuk memaksimalkan baterai. Ini saya terapkan pada Cross (Evercoss) AT1G, Lenovo A369i, ASUS Zenfone 5, dan Smartfren Andromax C3.

Semoga bermanfaat. 🙂

2 pemikiran pada “Menghemat baterai Android”

    • Mungkin ada satu koreksi lagi mas, sejak saya menggunakan Mi Fit dan Mi Band kan butuh Bluetooth selalu aktif. Ternyata tidak berpengaruh banyak terhadap konsumsi baterainya, saya malah tidak merasa ada bedanya.

Tulis komentar...