Adanya HTTPS tidak menjamin online shop terpercaya dan aman

Ada satu hal menarik yang dikemukakan oleh teman saya mengenai belanja online, entah darimana sumbernya dia mengatakan kalau situsnya menggunakan HTTPS maka pasti online shop tersebut terpercaya dan dijamin aman. Wah… tampaknya ada salah kaprah mengenai fungsi dari protokol HTTPS yang digunakan oleh website e-commerce, dan saya ingin sedikit meluruskan persepsi ini daripada terlanjur salah paham nantinya.

Jadi anda tahu darimana kalau situs toko online yang dikunjungi menggunakan HTTPS? Mudah kok, apalagi sekarang browser modern seperti Mozilla Firefox dan Google Chrome memberikan indikator di address barnya dengan icon gembok juga warna hijau atau kuning untuk tingkat keamanannya.

Ilustrasi HTTPS digunakan di Blibli.com, bukan berarti ini situs penipu lho ya. :)
Ilustrasi HTTPS digunakan di Blibli.com, bukan berarti ini situs penipu lho ya. 🙂

Tapi apa sebenarnya fungsi HTTPS ini? Kalau artinya adalah HyperText Transfer Protocol Secured, jadi protokol transfer teks yang diamankan. Fungsinya? Komunikasi antara server hosting situs dengan browser atau aplikasi yang tersambung akan dienkripsi dengan sertifikat SSL yang terpasang. Ini mencegah adanya penyadapan, pembajakan dan modifikasi dari pihak yang tidak berkepentingan akan hubungan dari kedua belah pihak (situs dengan pengunjung). Tidak ada hubungannya dengan reputasi online shop.

Apalagi sebuah sertifikat SSL bisa dibeli dengan harga murah (10$ atau seratus ribuan per tahun) bahkan bisa gratis kalau mau sedikit repot mensettingnya. Bahkan bisa satu klik saja apabila memakai Universal SSL milik CloudFlare yang disediakan secara cuma – cuma.

Kesimpulannya? Dengan adanya HTTPS memang menunjukkan kalau pemilik websitenya lebih berniat mengamankan transaksi yang terjadi, tapi ini bukan berarti memang toko online tersebut terpercaya dan aman saat order dan membayarnya. Lha pasang SSL saja cukup terjangkau dan mudah sekarang. Jadi anda harap tetap berhati – hati dan biasakan mencari nama online shop di Google untuk mencari tahu jejak riwayatnya sebelum terlanjur transfer uangnya.

Tulis komentar...